Home » WARTA »


Muslimat NU Gelar Rapim dan Dialog Kebangsaan

kip_1-1JAKARTA-Muslimat Nahdlatul Ulama mengundang para tokoh nasional dalam Rapat Pimpinan dan Dialog Kebangsaan di Hotel Gran Cempaka, Jakarta, 9-12 Oktober 2011. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Wilayah (PW) Muslimat se-Indonesia.

Diantara tokoh yang akan hadir sebagai pembicara adalah Ketua  MPR-RI Taufik Kiemas, Ketua Mahkamah Konstitusi(MK) Mahfud MD, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Lukman Saifudin, anggota Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa, dan anggota Komisi Yudisial Imam Anshori Shaleh.

Tokoh lain yang juga dipastikan hadir adalah Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakri, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Menteri  Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad, Kepala BKKBN SugiriSyarif, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.


Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Rapim dan dialog kebangsaan ini digelar dalam rangka penguatan program Muslimat NU ke depan. Rapim ini juga dirangkai dengan pelantikan pengurus PP Muslimat NU periode 2011-2016 hasil kongres di Lampung, Juli lalu.

”Rapim ini merupakan momentum yang strategis untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi dalam mengarahkan posisi Muslimat NU agar perannya lebih maksimal dan memberi manfaat lebih luas, dengan tetap berpijak pada etika, moral, tradisi aswaja dan nilai-nilai keagamaan,” kata Khofifah di Jakarta, Jumat (7/10).

Menurutnya, Rapim kali dilengkapi dengan dialog kebangsaan dengan menghadirkan narasumber baik dari pemerintah, lembaga negara maupun dari pimpinan partai politik.
Diantara tema dialog yang akan diangkat adalah Penguatan 4 Pilar Bangsa sebagai peneguhan NKRI ditengah dinamika politik-ekonomi global, dan mengawal implementasi Konstitusi secara konsisten dalam system trias politika. “Dalam dialog ini kami mengundang Bapak Jusuf Kalla dialog dengan tema Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat,” jelas Khofifah.

Selain itu, lanjut Khofifah, dialog ini kuga mengangkat tema penguatan Peran Lembaga Negara dalam mewujudkan Negara yang berkeadilan dan berkesejahteraan. Dalam hal ini, Muslimat menghadirkan Pimpinan MPR-RI, Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan, dan Pimpinan Komisi Yudisial.

Masalah terorisme dan radikalisme tak luput dari perhatian Muslimat. Menurut Khofifah, Muslimat NU dengan anggotanya yang jumlahnya lebih dari 10 juta bisa perperan dalam deradikalisi agama. “Menangkap radikalisme bukan hanya tugas bapak-bapak. Ibu-ibu juga bisa berperan,” jelasnya.

Untuk itu, Muslimat menghadirkan pembicara dari Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) dan Wakil Ketua Umum PBNU yang juga mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) As’ad Said Ali.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era pemerintahan Gus Dur ini menambahkan, dialog kebangsaan ini juga mengangkat tema Demokrasi dan system Multi Partai. Tema ini dipandang penting, karena kesejahateraan masyarakat Indonesia saat ini masih jauh dari harapan.

“Terkait ini, Muslimat menghadirkan pembiacara, antara lain Ketua Umum Golkar Aburizal Bakri, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum PDI Perjuangan
Megawati Soekarno Putri,” jelasnya.

Tema lainnya, adalah kebijakan pemerintah terkait dengan kesehatan reproduksi perempuan dan pemberdayaan ekonomi keluarga, serta tema kebijakan Kementerian Kominfo terkait dengan Pemanfaan Media secara Produktif.mil

Baca juga

KAJIAN KEISLAMAN: Hidmat MNU menggelar tahlil dan mudzakaroh dengan tema TPPO di Kantor Baru PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, Minggu (14/1) malam. | Foto: MNU Online

Hidmat MNU Kaji TPPO dari Sudut Pandang Islam

MNU Online | JAKARTA – Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi perhatian serius Himpunan …

Watch Dragon ball super