Harlah ke-71 Muslimat NU

Muslimat NU Gunungkidul Rangkai Harlah dengan Pelantikan PAC


RANGKAIAN HARLAH: Penanaman bibit pohon menjadi rangkaian Harlah ke-71 yang digelar PC Muslimat NU GUnungkidul, DIY. | Foto: PCMNU Gunungkidul

MNU Online | GUNUNGKIDUL – Bagi Muslimat NU, memperingati Harlah tak melulu diisi dengan aktivitas keagamaan, tapi bisa dirangkai dengan kegiatan sosial, lomba, membiasakan diri mencintai lingkungan maupun pelantikan.

PC Muslimat NU Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, misalnya, merangkai kegiatan dengan pelantikan Pengurus PAC Muslimat NU Girisubo di MI YAPPI Padukuhan Ngrombo l Desa Balong Kecamatan Girisubo, Minggu (26/3).

Dilanjut dengan pemberian secara simbolis paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Girisubo, serta pemberian dan penanaman 2.000 bibit pohon.

Acara, selain dijubeli warga Muslimat NU, juga dihadiri anggota DPD RI, Hafidz Asrom; Rais Syuriah PCNU Gunungkidul, Drs KH Bardan Usman M.Pdi; Pengasuh Ponpes Al Mumtaz Patuk, KH M Khoiron; serta Kepala Desa Balong, Suwardi.

(Baca: Bupati Gunungkidul Dukung Penuh Langkah Muslimat NU)

Ketua PCMNU Gunungkidul, Hj Badiah S.Pdi dalam sambutannya berpesan pada pengurus baru PAC Girisubo, usai dilantik diharapkan dapat bersama-sama menjaga keteguhan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta menciptakan suasana lingkungan yang jauh dari pengaruh negatif.

“Sebagai Nahdliyin (warga NU) harus memiliki pendirian yang teguh, meskipun di lingkungan sekitar banyak yang menyerang akidah kita,” katanya.

Hal senada disampaikan Kiai Khoiron yang mengajak untuk memberi pemahaman Aswaja bagi kalangan muda. “Kalau yang sepuh mungkin sudah paham, bagi anak muda perlu diberikan pemahaman,” katanya.


PELANTIKAN PAC: Pelantikan Pengurus PAC Muslimat NU Girisubo di MI YAPPI Padukuhan Ngrombo l Desa Balong Kecamatan Girisubo. | Foto: PCMNU Gunungkidul

Selain itu Kiai Khoiron juga mengajak untuk mempersiapkan anak dididik berwirausaha, sebab untuk menguasai suatu negara dibutuhkan penguatan ekonomi. Sebaliknya, untuk merusak negara cukup dengan menghancurkan ekonominya.

“NKRI yang menjadi harga mati bagi NU saat ini telah digerogoti karena ekonomi terancam,” katanya.

(Baca: Deklarasi LAN, Usung Tagline Generasi Sehat dan OKE)

Kiai Bardan Usman menambahkan, seluruh pengurus Muslimat NU yang telah dilantik diharapkan dapat melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. “Agar organisasi ini tetap kokoh,” katanya.

Sementara Hafidz, atas nama wakil rakyat mengucapkan terima kasih atas dukungan NU dan Muslimat NU dalam memajukan bangsa lewat berbagai bidang garapannya selama ini.

“Saya sudah mendapat informasi bahwa saat ini Kabupaten Gunungkidul sudah maju dari sebelumnya. Ini membanggakan, sebab ekonomi, pendidikan dan kesehatan merupakan pilar pembangunan di Indonesia untuk masa depan yang lebih maju,” katanya.• retnoningsih

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super