Pengelolaan Koperasi An Nisa’

Muslimat NU Jember Usung Konsep Trading Berbasis IT dan Syariah


FORUM PENGURUS: Ibu-ibu mengikuti Forum Komunikasi Pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Jember di Balai Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi. | Foto: PCMNU Jember

MNU Online | JEMBER – Terobosan brilian dilakukan PC Muslimat NU Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam pengelolaan koperasi An Nisa’. Ke depan, koperasi tak lagi menjalankan layanan simpan-pinjam (SP) tapi berubah pada konsep Trading Berbasis IT dan Syariah (Tinsa).

Konsep ini menekankan pada penjualan kebutuhan pokok anggota di antaranya sembako, seragam Muslimat NU, serta kebutuhan alat ibadah seperti mukena dan lainnya.

“Kesemuanya akan banyak kita akses dari Puskop An Nisa’ Jatim,” terang Ketua PC Muslimat NU Jember, Dra Nyai Hj Emi Kusminarni dalam Forum Komunikasi Pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Jember di Balai Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Minggu (5/3).

Konsep ini akan dibarengi dengan pembentukan Tempat Pelayanan Anggota Koperasi (TPAK) An Nisa’ di tingkat cabang (kabupaten), Ancab (kecamatan) dan ranting (desa).

(Baca: Nyai Emi: Perkuat Ranting dan Jaringan, Organisasi Butuh Pendanaan)

Dalam forum tersebut, Emi juga menyampaikan petunjuk dan teknis (juknis) pembayaran serta pengumpulan i’anah syariyah (iuran wajib) yang dikerjasamakan dengan Bank Jatim cabang Jember serta pembagian kartu iuran.

“Agar berjalan maksimal, tahap awal ini kita mulai dengan 10 dari 26 PAC yang ada di Kabupaten Jember. Setiap anggota dikenakan iuran bulanan Rp 1.000,” katanya.

Selebihnya, forum diisi dengan dialog bertema “Dampak Trafficking untuk Keluarga di Masyarakat” yang menghadirkan narasumber Direktur LSM Migrant Aid Indonesia sekaligus pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), M Cholily.

KAYA TROBOSAN: Dra Nyai Hj Emi Kusminarni, terobosan baru dalam mengembangkan Koperasi An Nisa’ di Kabupaten Jember. | Foto: PCMNU Jember

Dalam pemaparannya, Cholily menuturkan, human trafficking atau perdagangan manusia merupakan persoalan serius yang harus diwaspadai segenap elemen masyarakat. Perdagangan manusia ini membawa dampak sangat buruk bagi yang bersangkutan maupun keluarga yang ditinggalkan.

“NU dalam Munas 2006, jelas melarang dan menghukumi human trafficking sebagai perbuatan haram,” ucap pria yang juga konsultan ILO untuk peningkatan kapasitas konfederasi buruh tersebut.

(Baca: Bank Jatim Siap Fasilitasi Pendanaan Usaha Warga Muslimat NU Jember)

Hal sama disampaikan Nyai Emi. Menurutnya, masyarakat terutama kaum perempuan harus benar-benar mempertimbangkan untung ruginya sebelum bekerja di luar negeri.

“Bukan cuma keuntungan materi yang dipikirkan, tapi juga penderitaan keluarga yang ditinggalkan harus dihitung. Anak-anak kerap jadi korban, keluarga juga kadang berantakan dan sebagainya,” jabarnya.• nur

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super