P3SD – PP Muslimat NU

Muslimat NU: Kesejahteraan Bukan Slogan, Harus Diwujudkan


WUJUDKAN KESEJAHTERAAN: Nyai Hj Nur Hayati Said Aqil Siroj, kesejahteraan bukan hanya slogan, tetapi harus bersama-sama kita wujudkan. | Foto: MNU Online

MNU Online | BOGOR – Salah satu hal yang dibahas dalam Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar (P3SD) di Pondok Pesantren Sunanul Huda, Desa Kolong 1, Bogor, Jawa Barat, 7-9 Agustus 2017, yakni pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan.

Terlebih realitas jumlah penduduk miskin di Indonesia masih tinggi, mencapai lebih dari 27 juta serta terdapat 5 juta lebih perempuan buta aksara.

“Populasi ini bertebaran di seluruh daerah dan desa tertinggal di Indonesia,” ujar Ketua Koordinator Tim Kerjasama PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nur Hayati Said Aqil Siroj MA saat memberikan sambutan sekaligus melaporkan kegiatan.

(Baca: Muslimat NU-Kemendes, Tiga Hari Gelar Pelatihan di Bogor)

Karena itu, PP Muslimat NU periode 2016-2021 memiliki agenda besar, yaitu mewujudkan perempuan Indonesia sejahtera dan religius. “Kesejahteraan bukan hanya slogan, tetapi harus bersama-sama kita wujudkan,” tandasnya.

Istri Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA itu menjabarkan, aspek sejahtera harus dimaknai dalam dua segi: Sejahtera secara spiritual (rohani) dan secara lahir (materiil).

Dari sisi rohani sejahtera terukur apabila mental sehat, sehingga seseorang dapat melaksanakan ibadah mahdlah maupun sosial secara istikamah, teguh dalam iman dan takwa.


LANCAR DAN SUKSES: Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021 berfoto bersama usai menggelar Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar. | Foto: MNU Online

“Kedua, sejahtera secara dhahir yang kita mudah mengukurnya yaitu cukup sandang, pangan dan papan. Insyaallah jika ini tercukupi maka akan mengalirkan ketenangan  dalam beribadah,” katanya.

Adapun makna religius dalam perspektif Muslimat NU, yakni bahwa semua aktivitas dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat dan berbangsa diniatkan karena semata-mata untuk menggapai liilahi kalimatillah.

(Baca: Khofifah: Indonesia Dicubit, Muslimat NU Ikut Sakit)

Nur Hayati menambahkan, P3SD merupakan salah satu upaya untuk menerjemahkan secara konkret agenda tersebut. “Ada empat hal yang menjadi capaian dalam kegiatan ini,” katanya.

Pertama, penguatan kapasitas kelembagaan mininimal dan aktif Ranting Muslimat NU di Desa Kalong 1. Kedua, tebangunnya revitalisassi PAUD. Ketiga, terbentuknya kader kesehatan. Keempat, terbentuknya kelompok usaha bersama yang memungkinkan menjadi bakat dan minat warga Desa Kalong yaitu menjahit.• rizky

Baca juga

Madinah yang Bercahaya dan Hamparan Kebun Kurma

MNU Online | MADINAH – Madinah dijuluki Kota yang Bercahaya (Madinatul Munawwaroh) karena dari kota …

Watch Dragon ball super