Cabang Istimewa

Muslimat NU Malaysia Adakan Pelatihan Cara Cepat Menghafal Al Qur’an

<br /> METODE MENGHAFAL AL QUR'AN: Muslimat NU Malaysia memahami teknik metode cara cepat menghafal Al Qur’an. | Foto: PCIMNU Malaysia

METODE MENGHAFAL AL QUR’AN: Muslimat NU Malaysia memahami teknik metode cara cepat menghafal Al Qur’an. | Foto: PCIMNU Malaysia

MNU Online | KUALA LUMPUR – Bertempat di Surau Al Ikhlas Sungai Mulia 5 Gombak Kuala Lumpur, penemu Teknik metode Cara Cepat menghafal Al Qur’an La Raiba Hanifida, Dr Khoirotul Idawati Machmud MPdI berkesempatan berbicara di depan warga Muslimat NU di Malaysia.

Dalam momen tersebut, Umi Ida — demikian akrab dipanggil — menjelaskan metode yang digunakan selama ini adalah teknik tiqrar atau behavioristik.

“Yakni mengulang-ngulang sebanyak mungkin agar bisa hafal, hafalnya tanpa nomor, tanpa arti, dan urut dari depan ke belakang,” jelas alumnus doktoral dari UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya ini, Sabtu (8/9).

(Baca: Muslimat NU Malaysia Gelar Program Pengurusan Jenazah Wanita)

Dengan metodenya tersebut, lanjut Ida, seorang penghafal Al Qur’an akan mampu menghafal ayat, arti, sekaligus nomor ayatnya. Menariknya lagi, “Bisa juga dibaca maju, mundur ataupun acak,” katanya.

Demikian karena sistem pembelajaran menggunakan cerita kata kunci, buku panduan berwarna serta disampaikan dengan metode enjoying full learning. Dengan demikian anak-anak tidak bosan untuk belajar menghafal, sebab seluruh potensi otak digunakan.

(Baca: Sambut Tamu dari Jakarta, Muslimat NU Malaysia Ziarah ke Singapura)

“Hasilnya adalah cepat hafal sulit lupa. Faham i’rab, i’lal dan tafsir,” ucapnya.

Metode ini ternyata tidak hanya mendapat sambutan hangat dari tanah air, namun juga luar negeri. Di antara negara-negara yang sudah dan akan dikunjunginya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Inggris, Filipina, Belanda, Jerman, Prancis, Belgia dan Jepang.

Membumikan Al Qur’an

Meski demikian, diakuinya, beberapa pihak masih menyangsikan metode ini. Padahal ia sendiri sudah diinisiasi sejak 16 Januari 2006. Bahkan tashhih dan rekomendasi langsung dari almarhum Gus Dur dan Gus Sholah juga sudah dikantongi.

“Jika ada peserta yang tidak mau merubah paradigma dan mengikuti aturan main yang sudah ditentukan, akibatnya adalah hasil yang kurang maksimal,” katanya.

(Baca: Maulid Nabi, Muslimat NU Malaysia Hadirkan Tim Shalawat dari Suriah)

Sebaliknya jika semua aturan diikuti, menghafal Asmaul Husna hanya memerlukan dua hingga tiga jam berikut nomor dan artinya. Yang lebih penting lagi, “Jika tidak mencoba sendiri, maka tidak akan percaya.”

Dengan metode ini, Ida bertujuan agar para penghafal Al Quran mendapatkan alternatif sehingga tidak tertekan oleh metode yang kurang tepat.

Perempuan asli Jombang ini bercita-cita ingin membumikan Al Quran sekaligus Asmaul Husna ke persada dunia sehingga setiap bibir manusia melantunkan keduanya.• mimin/aziz

Baca juga

ZIARAH KE SINGAPURA: PCI Muslimat NU Malaysia mengadakan ziarah ke Singapura. | Foto: PCIMNU Malaysia

Sambut Tamu dari Jakarta, Muslimat NU Malaysia Ziarah ke Singapura

MNU Online | SINGAPURA – Menyambut kedatangan rombongan PAC Muslimat NU Kecamatan Makassar, Jakarta Timur …

Watch Dragon ball super