Muslimat NU Papua Rasakan Manfaat Besar Miliki Ketum Sekaligus Menteri


BANGGA DENGAN KHOFIFAH: Hj Rahmatan, bangga dengan Khofifah IP yang bisa menjalankan tugas sebagai ketua umum sekaligus Mensos RI. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAYAPURA – Manfaat besar memiliki ketua umum (ketum) yang juga menjabat menteri dirasakan Ketua PW Muslimat NU Papua, Hj Rahmatang.

“Dengan Bu Khofifah menjadi menteri sosial, kami bisa lebih bersinergi dan membuka jaringan dengan dinas sosial maupun instansi lainnya. Bu Khofifah selalu perkenalkan kita,” katanya, Kamis (17/11).

Apalagi, katanya, Khofifah Indar Parawansa bisa menjalankan tugas sebagai ketum Muslimat NU sekaligus Mensos RI secara paralel. “Di setiap acara kementerian di daerah, beliau selalu SMS kami, mau ke sini, ke situ, ke Papua. Memberi kabar warganya di daerah,” katanya.

Kinerja bagus serta cara memimpin yang mengayomi itulah yang membuat Rahmatang dengan tegas meminta Khofifah agar bersedia tetap memimpin Muslimat NU periode 2016-2021 saat Kongres ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede, 23-27 November mendatang.

“12 cabang di Papua dan satu PW sudah memutuskan untuk memilih kembali Bu Khofifah sebagai ketua umum. Saya paham betul kinerja beliau, karena saya sudah lima periode di Muslimat NU bahkan lebih dulu dari Bu Khofifah,” katanya.

(Baca: PW Sulteng: Jabat Menteri, Perhatian Khofifah ke Muslimat NU Malah Lebih)

Dia menegaskan pilihannya semata-mata melihat program dan kinerja, bukan karena memandang kesukuan atau hal lainnya. “Kami merasakan kesuksesan Muslimat NU di bawah kepemimpinan Bu Khofifah,” ujarnya.

Tak hanya 12 PC di Papua, Rahmatang juga meyakini PW dan sembilan PC di Papua Barat akan memberikan dukungannya ke Khofifah.

“Dulu mereka cabang-cabang Papua. Baru Mei kemarin lepas menjadi Papua Barat. Sudah selesai administrasinya, sudah dilantik. Tapi cabang-cabang di sana masih nyambung dengan saya. Bisa dibilang 23 suara dari Papua dan Papua Barat untuk Bu Khofifah,” katanya.

(Baca: Giliran PW dan Sembilan Cabang Muslimat NU Bali Dukung Khofifah)

Di Kongres nanti, Rahmatang juga akan membawa problem keumatan di Papua, terutama terkait bahaya narkoba yang kian meresahkan.

“Bahkan di salah satu kabupaten di Papua, mungkin karena Pak Bupatinya sudah capek, dia bikin itu kubangan dan kalau ada yang mabuk dimasukkan saja ke situ. Saya sudah meninjau ke sana,” tuturnya.

Selain itu dia tertarik dengan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kemensos untuk merehabilitasi korban napza yang saat ini baru terdapat di 27 provinsi dengan 160 IPWL.

“Di Papua kan masih banyak tanah toh. Kalau buka di sana nanti saya siapkan cabang-cabang untuk ikut membukanya,” tandasnya. • nur

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super