Home » WARTA »


Muslimat NU Santuni Yatim Piatu

santunan-yatim-piatu_mnu-1TANGSEL-Muslimat Nahdlatul Ulama terus menunjukkan komitmennya membantu masyarakat tidak mampu. Organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan masyarakat kurang di Pusdiklat Muslimat NU, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (24/12).

Kegiatan santunan ini dikemas dengan acara pekan muharram. Selain satunan yatim piatu, kegiatan ini juga dirangkai dengan pengajian ibu-ibu majelis taklim dan doa bersama untuk tokoh-tokoh Muslimat yang telah meninggal dunia, terutama untuk anggota Dewan Pakar Muslimat NU Machsusoh Tosari Wijaya.

Ketua Bidang Sosial Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Asna Nelli Wahid mengatakan, Muslimat NU punya perhatian lebih terhadap anak-anak yatim piatu. “Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan banyak pihak,” kata Asna dalam sambutannya.


Ia mengatakan, kegiatan sosial kerap digelar oleh Muslimat dan akan terus dilakukan demi meringankan beban orang yang tidak mampu. “Ke depan kegiatan serupa akan terus kita lakukan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muslimat, Roosmani Soedibyo, mengatakan, Muslimat NU didirikan, salah satunya untuk menangani masalah sosial. “Muslimat NU ini ditakdirkan berdiri untuk membantu masyarakat yang lemah, anak yatim piatu dan para dhuafa,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya berjanji akan terus meningkatkan kinerja Muslimat NU dalam bidang sosiaal susuai dengan amanat kongres Muslimat di Lampung Juli lalu. “Bidang sosial adalah satu diantara bidang-bidang yang jadi garapan Muslimat. Kami mohan doa anak-anak semua,” katanya di hadapan ratusan anak-anak yang hadir pada acara itu.

Sementara itu, Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang memberikan sambutan penutup banyak memberikan motivasi kepada anak yatim piatu yang hadir. Meskipun hidup dalam kondiri serba kekurangan, Khofifah berharap anak yatim piatu tidak boleh menyerah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan era KH Abdurrahman Wahid ini berharap mereka tetap giat berlajar untuk mengapai cita-cita yang tinggi. “Anak-anak harus tetap semangat ya. Rajin-rajinlah belajar,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kegiatan santunan yatim piatu pada bulan muharram telah menjadi tradisi di Muslimat sejak 18 tahun. Kini, kegiatan santunan yatim piatu itu tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tapi hingga ranting.

“Kegiatan seperti ini dilakukan Muslimat NU di seluruh Indonesia. Bahkan sampai tingkat ranting. Ini tradisi sejak 18 tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, kehadiran Khofifah di hadapan ratusan anak-anak itu mendapat sambutan hangat. Bahkan, seusai acara, mereka sempat bicara akrab dengan juri acara Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) di salah satu televisi nasional itu. Kebahagian mereka terlihat lebih sempurna,  karena masing-masing anak bisa membawa pulang  sejumlah uang santunan dan peralatan sekolah.mil

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super