Ekonomi Keluarga

Muslimat NU Sorong Latih Wirausaha dengan Metode Jepang


PELATIHAN: Selama tiga hari, PC Muslimat NU Sorong menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas 5S dan Kewirausahaan di Gedung LPTQ Malawele, Aimas, Sorong, Papua Barat. | Foto: PCMNU Sorong

MNU Online | SORONG – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sorong menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas 5S dan Kewirausahaan di gedung LPTQ Malawele, Aimas, Sorong, Papua Barat, 13-17 Maret.

Kegiatan hasil bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sorong ini diikuti 45 orang. Mereka terdiri dari 25 peserta produktif yakni para guru RA, MI/SD, MTs/SMA, SMK, baik muslim maupun non-muslim. Sedangkan 20 peserta lainnya adalah wirausaha di lingkungan Muslimat NU.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sorong, Hj Sudjiati mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan membantu menyejahterakan ekonomi keluarga. Sedangkan peningkatan produktivitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun non formal, misalnya dengan pelatihan-pelatihan.

(Baca: 28 Maret, Puncak Peringatan Harlah Muslimat NU Digelar di Masjid Istiqlal)

“Pengembangan sumber daya manusia dalam menciptakan peluang usaha baru diperlukan pembekalan diri untuk dapat meningkatkan produktivitas kinerjanya, sehingga dapat meningkatkan pemenuhan ekonomi dalam keluarga,” katanya, Selasa (14/3).

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Sorong, Obeth Saranga menyampaikan cara berwirausaha yang produktif menitikberatkan pada keberhasilan usaha. Untuk itu seorang wirausaha tidak boleh malu, harus ulet, telaten, sabar, juga tidak boleh hanya menghabiskan modal.

“Wirausaha juga harus bisa mengembangkan modal sehingga bisa merekrut tenaga kerja. Artinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Obeth.

Dari informasi yang dihimpun, Sorong merupakan satu kabupaten yang terus berkembang, sehingga potensi usaha di wilayah tersebut sangat besar.

Dari “5S” Jadi “5R”


ANTUSIAS: Peserta Pelatihan Peningkatan Produktivitas 5S dan Kewirausahaan antusias mengikuti acara yang digelar PCMNU Sorong. | Foto: PCMNU Sorong

Dalam terminologi kewirausahaan, “5S” merupakan metode dari Jepang, yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Seiri merupakan kegiatan memilah dan meringkas barang yang diperlukan dan tidak diperlukan.

Seiton, kegiatan menata barang dan peralatan agar rapi. Seiso, kegiatan membersihkan tempat kerja  dari kotoran secara teratur. Seiketsu, kegiatan merawat tempat kerja.

(Baca: Apresiasi Kinerja Muslimat NU, Pemkot Beri Penghargaan Umroh Gratis)

Sedangkan Shitsuke adalah membiasakan berperilaku positif, disiplin dan  bekerja dengan benar serta menjadikannya sebagai budaya kerja.

Di Indonesia, “5S” diadaptasikan menjadi “5R” yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin.• kendi setiawan

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super