Muslimat NU Sulsel Gelar Workshop Peduli TB

mnu-sulsel-ok

MNU Online | MAKASSAR – Muslimat NU Sulawesi Selatan menggelar Workshop Preparing To Build TB Group atau pembentukan Forum Komunitas Peduli Tuberculosis (TB), di Gedung Islamic Centre Ikatan Masjid Mushallah Indonesia Muttahidah (IMMIM), Makassar, kemarin.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memacu gerakan penanggulangan TB dengan mendorong terbentuknya komunitas aktif, serta membangun partisipasi aktif masyarakat luas. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari elemen pemerintah, masyarakat, agama, tokoh perempuan, dan pengurus Muslimat NU dan NU tingkat kecamatan. Hadir pada kegiatan ini Kepala Lembaga Kesehatan PBNU Fadhillah Ahmad dan Koordinator rogram Syafar.

Tampil sebagai narasumber pada kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang diwakili Kepala P2PL, Sukmawati, Khidri Alwi ( Nahdlatul Ulama/Praktisi kesehatan), dan Nur Setiawati (Muslimat NU/Praktisi Komunikasi).

Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Nurul Fuadi mengatakan, Program penanggulangan TB di Kota Makassar dengan tujuan menurunkan angka penderita TB. Kini, penderita TB yang terdeteksi kurang lebih 1000 pasien. Mereka belum tersentuh oleh Layanan Kesehatan Pemerintah.

“PW Muslimat NU Sulawesi Selatan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan  yang senantiasa melakukan berbagai kegiatan sosial keagamaan, terpanggil ikut peduli dalam upaya mengantisipasi dan mencari solusi  terbaik terhadap permasalahan tersebut,” katanya.

Nurul mengatakan, persoalan kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat termasuk Muslimat NU. Salah satu strategi program yang dilaksanakan, adalah membangun partisipasi aktif komunitas secara luas dengan membentuk kelompok peduli TB yang bertujuan membantu kader mencari sumber-sumber informasi bagi penderita TB. ”Kami ingin meningkatkan angka penemuan kasus TB dan memutus mata rantai penularan secara cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurul mengatakan,  dalam rangka memutus mata rantai penularan TB, pihaknya melaksanakan beberapa kegiatan untuk lima kecamatan, yaitu Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah dan Mariso dengan program perluasan Tuberkulosis  DOTS (Directly Observed Treatment Short Courses) melalui Unit Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama Klinik Ilmul Yaqin. Kegiatan ini berjalan berkat  kerjasama Lembaga Kesehatan NU, Global Fund, dan Aisyiah.

Kegiatan kongkrit yang telah dijalankan, yaitu pelatihan kader  AKMS dan komunitas sebanyak 4 angkatan, sosialisasi untuk tokoh agama dan masyarakat Untuk workshop pembentukan forum peduli TB dilaksanakan dua angkatan. Pertama untuk wilayah Mariso dan Bontoala sedangkan angkatan kedua, untuk wilayah Ujung Tanah, Tallo dan Wajo.♦ mil

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super