Home » WARTA »


Muslimat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

pelatihan__mnu-1JAKARTA-Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan binaannya. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menggelar Pelatihan Teknis dan Peningkatan Profesional Berkelanjutan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini.

Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama Muslimat NU kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini digelar selama dua hari di Gedung Serba Guna Wisma Nusantara Jakarta Jakarta, 15-16 November. Pembukaan dilakukan oleh Ketua PP Muslimat NU Mahfudhoh Ali Ubaid, Selasa (15/11).

Hadir pada acara pembukaan ini jajaran pengurus PP Muslimat. Sementara Ketua Umum PP Muslimat, Khofifah Indar Parawansa berhalangan hadir karena sedang mengikuti acara koperasi di Meksiko.


Ketua Muslimat NU, Mahfudhoh Aly Ubaid mengatakan, Muslimat NU punya aset sangat berharga dalam bidang pendidikan, yaitu lembaga Pendidikan Anak Usia Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).

“Aset Muslimat, mulai dari PAUD, TK, TPQ ini adalah wadah untuk mencetak kader masa depan. Dan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Muslimat, para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Muslimat perlu digelar pelatihan-pelatihan,” kata Mahfudhoh kepada puluhan peserta kegiatan ini.

Putri KH Wahab Chasbullah ini menegaskan, Muslimat NU di era kepemimpinan Khofifah bertekad terus meningkatkan gerakannya dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah
dan sosial. “Kegiatan kali ini dilakukan oleh bidang pendidikan. Tentu kegiatan lainnya juga dilakukan, agar Muslimat bisa bersaing di tingkat global,” katanya.

Posisi Muslimat di NU sangat strategis karena kiprah yang dibangun selama ini. Di bidang pendidikan dan dakwah Muslimat NU memiliki 13.568 TPQ, 9.800 TPA/RA, 4.657 playgroup, serta 38 ribu majelis taklim. Di bidang sosial kesehatan memiliki 103 panti asuhan, 74 BKIA/rumah bersalin/rumah sakit.

Muslimat NU juga memiliki induk koperasi An Nisa yang membawahi sembilan pusat koperasi dan 131 koperasi primer. Muslimat juga punya 11 Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di daerah-daerah pengirim TKI/TKW terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kasubdit PTK PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nasruddin, mengatakan, pihaknya berharap ada peningkatan kualitas pendidikan usia dini di Muslimat NU. Peningkatan kualitas itu harus dimulai dari peningkatan profesionalitas para pendidik dan tenaga kependidikan. “Ibu-ibu diundang ke sini untuk jadi profesional. Tugas kami adalah membina,” ungkapnya.

Menurutnya, para pendidik dan tenaga kependidikan bisa dilihat dari kualifikasi pendidikan. Tidak semua sarjana pendidikan bisa menjadi para pendidik dan tenaga kependidikan tingkat usia dini. “Jangan jadi guru Paud dari lulusan Kimia,” katanya.

Selanjutnya, kata Nasruddin, para pendidik dan tenaga kependidikan harus punya kompetensi. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi adalah dengan menggelar pelatihan-pelatihan. “Yang kita lakukan ini untuk mencapai kompetensi. Untuk punya kompetensi ibu-ibu harus dilatih,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasruddin mengatakan, tugas para pendidik dan tenaga kependidikan yang pforesional adalah menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. “Jadi, bagaimana anak-anak bisa betah di sekolah dan kangen suasana sekolah,” jelasnya.mil

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super