Home » WARTA »


Muslimat NU Tingkatkan Mutu 23.600 PAUD Binaan

paud-mnu

JAKARTA-Muslimat NU berkomitmen meningkatkan pembinaan keluarga dan Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya pelatihan peningkatan mutu PAUD di bawah binaan Muslimat, di Wisma Universitas Negeri Jakarta, 26-28 Juni 2012.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Muslimat sangat peduli terhadap pendidikan usia dini untuk mewujudkan generasi yang berkualitas di masa yang akan datang.

“Di bidang pendidikan Muslimat NU membina pendidikan keluarga juga pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di berbagai wilayah. Saat ini Muslimat NU membina 23.600 PAUD yang mencakup TK/RA/TPQ di seluruh Indonesia,” kata Khofifah pada acara pembukaan pelatihan tersebut, Selasa (26/6).


Menurutnya, keberadaan PAUD di masing–masing wilayah kepengurusan Muslimat NU sangat beragam. Ada yang belum mampu menyelenggarakan PAUD, dan ada yang telah menyelenggarakan PAUD, tapi belum menunjukkan kualitas yang menggembirakan.

“Dan, ada pula yang telah menunjukkan kualitas menggembirakan, seperti yang ditunjukkan wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan dan beberapa propinsi lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini mengatakan, Wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah merupakan wilayah yang menunjukkan paling pesat dalam penyelenggaraan PAUD. Sementara itu di wilayah Jawa Barat dan Lampung sejak dicanangkan program PAUD secara nasional, telah berkembang secara signifikan.

“Papan nama PAUD terpampang hampir disetiap Cabang dan Ranting Kepengurusan Muslimat NU. Hal ini berarti bahwa pengurus di wilayah tersebut telah berhasil mengembangkan/menyelenggarakan program PAUD, bahkan di wilayah tersebut terdapat PAUD berpredikat unggulan,” tuturnya.

Sedangkan Wilayah Bengkulu, Banten, Jambi dan Kalimantan Tengah merupakan wilayah yang memiliki PAUD cukup banyak, namun belum menunjukkan kualitas yang memadai. “Itu disebabkan belum optimalnya pembinaan, baik pembinaan yang bersifat manajerial maupun pembinaan kompetendi pendidik dan tenaga kependidikannya,” katanya.

Ketua Pantia Pelaksana, Ulha Soraya menambahkan, keberagaman kondisi PAUD Muslimat itu memerlukan penanganan yang variatif, sesuai dengan keberadaan dan kebutuhan masing–masing agar memiliki kualitas yang memadai dan setara dengan PAUD yang dikategorikan unggul.

“Lembaga yang berkualitas ditata dan dikelola secara profesional, memiliki program kerja yang jelas dan terarah. Punya visi misi, tujuan, program kerja jangka menengah yakni kurun waktu lima hingga sepuluh tahun, jangka pendek yakni program kerja tahunan yang ingin dicapai dalam jangka waktu satu tahun pelajaran,” paparnya.

Untuk mewujudkan kemampuan tata kelola kelembagaan PAUD di lingkungan Muslimat NU, Pimpinan Pusat Muslimat NU memandang perlu melakukan upaya peningkatan kualitas PAUD, yang salah satunya dilakukan melalui pelatihan tata kelola kelembagaan PAUD bagi para penyelenggara/pengelola dan tenaga pendidik PAUD binaan Muslimat NU.

“Pelatihan ini diarahkan pada wilayah Bengkulu, Banten, Jambi,dan Kalimantan Tengah yang benar – benar memerlukan pembinaan dalam bentuk pelatihan tata kelola kelembagaan,” jelasnya.mil

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super