Sehat Bareng Muslimat NU

Orientasi Germas, Muslimat NU Sasar Pimpinan Ponpes dan Majelis Taklim


CINDERA MATA: Hj Erna Yuliana (tengah) didampingi Nyai Hj Nurhayati menyerahkan cindera mata kepada Kepala Dinas Banten, Sigit Wardoyo. | Foto: MNU Online

MNU Online | BANTEN – PP Muslimat NU bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan orientasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Hotel Le Dian Serang, Banten, Sabtu (11/11)

Kali ini peserta orientasi yakni pimpinan pondok pesantren (Ponpes) dan majelis taklim di wilayah Kabupaten Kota Serang serta Kabupaten Pandeglang.

Acara pembukaan dihadiri Ketua II PP Muslimat NU, Dra Hj Nurhayati Said Aqil Siroj MA; Sekretaris Umum, drg Hj Ulfah Mashfufah MKes; Ketua PW Muslimat NU Banten, Hj Saodah serta pengurus PC Muslimat NU.

(Baca: Muslimat NU Penyambung Program Pemerintah Ajak Masyarakat Hidup Sehat)

Sedangkan dari unsur Promkes pusat hadir Ismoyowati SKM MKes, unsur pemerintah daerah (Pemda) hadir Kepala Dinas Banten Dr drg Sigit Wardoyo, OPD dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Banten.

Nurhayati dalam sambutan pembukaan orientasi mengutarakan pentingnya hidup sehat. “Sehat adalah hak dan kewajiban,” katanya, selaras dengan motto Germas Muslimat NU 2017: Sehat Dimulai dari Saya.

(Baca: Sukses di Banten dan Kalsel, Diharapkan Berlanjut ke Provinsi Lain)

Sedangkan kewajiban menjaga kesehatan, lanjut Nurhayati, penting dilaksanakan dan terus ditingkatkan, tak terkecuali di lingkungan Ponpes dan majelis taklim.

“Dengan cara terus menjaga dan meningkatkan pola hidup sehat santri dan jamaah majelis taklim, sehingga sasaran peserta orientasi ini tepat sekali,” katanya.

Komitmen Bersama

Dalam kesempatan orientasi ini, dilakukan pula penandatangan komitmen bersama dari semua unsur yang hadir dan seluruh peserta untuk terus ber-Germas. Selain itu diberikan kesempatan dan fasilitas kepada peserta maupun tamu yang hadir untuk cek kesehatan.

Ketua Tim Pelaksana, dr Hj Erna Yuliana Soefihara menambahkan, peserta adalah para pimpinan yang terpilih dan akan terus menyosialisasikan serta mempraktikkan dan penyusunan RTL (Rencana Tindak Lanjut).

(Baca: Usai Lokakarya, Peserta Germas Susun RTL “Kanan Kiri Cantik”)

“Tidak teoritis, tetapi akan dipraktikkan langsung di lapangan di lingkungan pesantren dan jamaah majelis taklim serta lingkungan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya peserta diberikan pre test dan post tes. Bahkan, selesai orientasi peserta mendapatkan alat perangkat sosialisasi Germas.

Bergabung Mulai 2016


ORIENTASI GERMAS: Foto bersama usai pelaksanaan orientasi Germas di Hotel Le Dian Serang, Banten. | Foto: MNU Online

Sekadar tahu, Muslimat NU sebagai salah satu Ormas yang mempunyai misi membangun dan memberdayakan perempuan Indonesia seutuhnya, turut bergabung serta mendukung program Germas sejak 2016 melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi di Kalimantan Selatan dan Banten.

“Melanjutkan kegiatan tersebut, tahun ini melakukan gerakan massa yang berfokus pada penggerakan hidup sehat santri Ponpes dan jamaah majelis taklim seperti saat ini,” tuturnya.

(Baca: Cegah Kanker Serviks, Muslimat NU Tuban Gandeng Dinkes dan BPJS)

Tujuan kegiatan Germas, papar Erna, antara lain menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan.

Lalu menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, serta menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran keluarga untuk kesehatan.

Sementara esensi program Germas adalah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Tahun ini terfokus pada tiga kegiatan, yakni meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).• azzah zumrud

Baca juga

Nyai Nurhayati: Tanam Cabai Menyenangkan dan Tambah Income Keluarga

MNU Online | JAKARTA – Ketua Periodik II PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nurhayati …

Watch Dragon ball super