Muslimat NU Peduli Penyandang Disabilitas

PAC Arjasa Raih Penghargaan dari Kemenko PMK dan SAPDA

 PENGHARGAAN: Ketua PAC Muslimat NU Arjasa, Nyai Hj Fatonah (tengah) menerima penghargaan atas kepedulian Muslimat NU terhadap penyandang disabilitas | Foto: PACMNU Arjasa

PENGHARGAAN: Ketua PAC Muslimat NU Arjasa, Nyai Hj Fatonah (tengah) menerima penghargaan atas kepedulian Muslimat NU terhadap penyandang disabilitas | Foto: PACMNU Arjasa

MNU Online | JEMBER – Pantaslah kalau Jember dilabeli sebagai kabupaten/kota yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Kepedulian tak hanya ditujukkan para pemangku kebijakan, tapi juga elemen masyarakat di antaranya lewat Muslimat NU.

3 November silam — bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2016 di alun-alun kabupaten yang dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa — Pemkab dan DPRD Jember memberi kado istimewa berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Aksesibilitas Masyarakat Penyandang Disabilitas.

Inilah Perda pertama setelah Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas diterbitkan pada Maret 2016. Sebelumnya sudah ada 19 Perda tapi masih turunan dari UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat.

(Baca: Dipandu Ketua PC, Satu Hari Wajib Baca Satu Juz)

Perbedaannya, jika UU Nomor 4 Tahun 1997 memilih pendekatan rehabilitatif, sedangkan UU Nomor 8 Tahun 2016 memiliki dimensi pendekatan pemenuhan hak-hak dasar. Dengan demikian, ada perubahan paradigma dari kasihan menjadi pemenuhan hak.

Nah, sebulan lebih berselang, giliran Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Arjasa mendapat penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan SAPDA (Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak) atas kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya lewat program “Menuju Arjasa Ramah Difabel”.

“Penghargaan diserahkan Senin (19/12) lalu,” tutur Sekretaris PAC Muslimat NU Arjasa, Rohimah S.Ag, Rabu (21/12).

Peran Aktif Muslimat NU

 HAK PENYANDANG DISABILITAS: PAC Muslimat NU Arjasa bersama elemen masyarakat lainnya. Merubah paradigma penyandang disablitas dari kasihan menjadi pemenuhan hak. | Foto: PACMNU Arjasa

HAK PENYANDANG DISABILITAS: PAC Muslimat NU Arjasa bersama elemen masyarakat lainnya. Merubah paradigma penyandang disablitas dari kasihan menjadi pemenuhan hak. | Foto: PACMNU Arjasa

Rohimah menuturkan, penghargaan ini berawal dari buah Kecamatan Arjasa dan Ambulu dijadikan sebagai daerah intervensi, khususnya Arjasa dan Desa Biting oleh SAPDA (berpusat di Yogyakarta) hasil bekerjasama dengan The Asia Foundation/TAF (berpusat di Australia) yang bermitra dengan Kemenko PMK.

“Seiring berjalannya waktu saya diangkat menjadi FL (fasilitator lapangan) Desa Arjasa,” katanya.

Maka sejak itu, lanjut Rohimah, dalam setiap kegiatan terkait penyandang disabilitas dirinya selalu melibatkan Muslimat NU. “Termasuk dalam pembuatan film dokumenter, PAC Muslimat NU Arjasa terlibat di dalamnya,” terangnya.

(Baca: Peduli Lansia, Muslimat NU Jember Sosialisasi Hidup Sehat di Usia Senja)

“Dalam kegiatan HDI 2016 Muslimat NU juga terlibat. Di tingkat kecamatan membuat kegiatan pergelaran seni Pandalungan dan karnaval, sedangkan  di kabupaten menampilkan karnaval hadrah yang melibatkan 150 orang.”

Sedangkan untuk kegiatan intensif penyandang disabilitas, tambahnya, dalam setiap bulan ada forum warga (melibatkan elemen masyarakat: tokoh agama, tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan), forum belajar serta kelompok belajar (melibatkan warga masyarakat dan penyandang disabilitas).

“Di setiap kegiatan tersebut Muslimat NU selalu terlibat, bahkan Muslimat NU menjadi pengurus pada organisasi komunitas difabel yang ada di Arjasa,” jelasnya.

(Baca: Cegah dari Hulu, Muslimat NU Jember Sosialisasi Sehat Tanpa Narkoba)

Tak kalah pentingnya, di setiap kegiatan rutin Muslimat NU diusahakan dihadiri penyandang disabilitas. Terlebih Muslimat NU sudah membuat deklarasi bersama untuk membangun Arjasa menjadi kecamatan ramah untuk semua.

“Lantaran partisipasi tersebut, SAPDA memberi perhargaan pada Muslimat NU Ancab Arjasa. Alhamdulillah TAF juga memperpanjang binaannya sampai 2018,” tuntas Rohimah.

Sementara Ketua PAC Muslimat NU Arjasa, Nyai Hj Fatonah berharap apa yang dilakukan ini bisa pula dilakukan PAC lain terkait kepedulian terhadap penyandang disabilitas.• nur

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super