Pelantikan Muslimat NU Jambi

Patut Direnungkan: Potensi Zakat Rp 216 T, Baru Terkumpul Rp 2,6 T


PELANTIKAN: Ketum Khofifah IP melantik pengurus PW Muslimat NU Jambi masa khidmat 2016-2021, Jumat (27/1). | Foto: MNU Online

MNU Online | JAMBI – Ini patut direnungkan bersama. Catat baik-baik: Potensi zakat di Indonesia ternyata sangat fantastis. Data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebut angka Rp 216 triliun. Namun dari jumlah itu ternyata yang bisa dikumpulkan baru Rp 2,6 triliun.

Hal itu diungkapkan Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawasa MSi usai melantik pengurus PW Muslimat NU Provinsi Jambi masa khidmat 2016-2021 yang dirangkai dengan tabligh akbar, sosialisasi hasil Kongres XVII dan deklarasi serta penandatanganan Laskar Anti Narkoba di Aula Asrama Haji Kota Jambi, Jumat (27/1).

“Ini kan PR umat Islam. Padahal referensi yang diberikan Allah Swt dalam Al Qur’an sangat jelas soal kualifikasi orang bertakwa,” katanya.

(Baca: Diundang Muslimat NU, Gubernur Zumi Wajibkan Diri untuk Hadir)

Apa kualifikasi takwa kepada Allah Swt? Khofifah lantas mengutip Surat ‘Ali Imron ayat 133: Wasari’u ila maghfiratim mirobbikum wajannatin ardhuhas samawatu wal-ardlu u’iddat lilmuttaqin. (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa).

Dilanjut ayat 134: Alladziina yunfiquuna fis sarraa’i wad darraa’i walkadziminal ghaidza wal’afina ‘anin nasi’ wallaahu yuhibbul muhsinin. (Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan).

Jadi, kata Khofifah, “Kategori bertakwa adalah yang mau menginfakkan hartanya dalam keadaan bahagia atau tidak bahagia: Alladziina yunfiquuna fis sarraa’i wad darraa.”

Tapi mari kita lihat, lanjutnya, “Saya ini perempuan dan banyak berkawan. Saya lihat kanan-kiri dompetnya sering kali ditutup rapat sekali dan kalau puasa baru dibuka sedikit,” katanya yang disambut tawa lirih hadirin. “Ini penting karena akan bermuara ke banyak hal.”

Terkait ringan tangan dalam bersedekah, Khofifah kemudian menambahkan dengan mengutip hadits.

Diriwayatkan, ada salah seorang sahabat mendatangi Rasulullah Saw. Dia menyampaikan: Ya Rasul, si Fulan itu saleh sekali. Kalau saya masuk masjid dia khusyu’ berzikir. Saya selesai dia masih khusyu’ shalat sunah dan membaca Al Qur’an.

Bertanyalah Rasulullah Saw: Lalu siapa yang memberi makan anak istrinya? Sahabat menjawab: Kakaknya. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: Kalau demikian yang saleh itu kakaknya.


KESALEHAN SOSIAL: Ketum Khofifah IP, Al Qur’an mengajak bangun kesalehan sosial. | Foto: MNU Online

Dari kisah ini, kata Khofifah, menjadi pelajaran penting bahwa kualifikasi takwa/saleh tidak semata-mata khusyu’ dalam mengerjakan ritual keagamaan.

“Ini penting karena ada, mohon maaf, orang yang (puasa) Senin-Kamisnya rajin, shalat malamnya rajin tapi tengkuknya dalam sekali alias pelit. Ada nggak di sini?” kata Khofifah yang dijawab koor hadirin: Ada! Disusul kemudian gemuruh tawa.

“Ingat lho: Alladziina yunfiquuna fis sarraa’i wad darraa. Kategori bertakwa adalah yang mau menginfakkan hartanya dalam keadaan bahagia atau tidak bahagia,” tambah Khofifah.

“Maka di dalam Al Qur’an sering kali diseiringkan alladzina amanu wa ‘amilus sholihaati. Iman amal soleh.. Iman amal saleh.. Iman amal soleh. Maka yang harus kita bangun adalah kesalehan sosial, bukan karena yang berdiri di sini Menteri Sosial,” seloroh Khofifah.

Kali ini Gubernur Jambi H Zumi Zola STP MA dan Walikota Jambi H Syarif Fasha ME serta undangan lain yang duduk di kursi depan ikut tertawa lepas.• ryn/aks

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super