Pondok Liburan Anak LKSA

Patut Ditiru, Cara PAC Wates Ajak Anak Mondok Tanpa Paksaan

 PONDOK LIBURAN ANAK: Liburan semester dimanfaatkan LKSA Darul Aitam PAC Muslimat NU Kecamatan Wates untuk menggelar Pondok Liburan Anak LKSA. | Foto: PACMNU Wates

PONDOK LIBURAN ANAK: Liburan semester dimanfaatkan LKSA Darul Aitam PAC Muslimat NU Kecamatan Wates untuk menggelar Pondok Liburan Anak LKSA. | Foto: PACMNU Wates

MNU Online | KEDIRI – Selama sepekan, LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Darul Aitam PAC Muslimat NU Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggelar Pondok Liburan Anak LKSA. Kegiatan ini salah satu agenda rutin yang digelar setiap liburan semester.

Kegiatan dilaksanakan di dua tempat. Untuk santri putri di gedung LKSA Darul Aitam Dusun Semanding, Desa Tawang yang difungsikan sebagai aula sekaligus asrama pondok. Sedangkan santri putra menempati bangunan BKIA Muslimat NU Kecamatan Wates yang hanya berjarak 20 meter dari gedung LKSA.

“Semoga tahun depan kita bisa menambah dengan lantai dua di gedung LKSA ini untuk asrama pondok putra,” kara Ketua LKSA Darul Aitam Kecamatan Wates, Hj Siti Aminah di sela kegiatan pada sesama pengurus, Senin (26/12).

(Baca: Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, LKSA PAC Wates Gelar Pembinaan Rutin)

Penambahan lantai gedung dimaksudkan agar pengawasan peserta putra yang beranjak remaja semakin maksimal.

Kegiatan pondok liburan dibuka dan ditutup Ketua Forum Komunikasi (FK) LKSA Kabupaten Kediri, KH Romadlon Sukardi. Turut hadir saat penutupan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Kediri, Dra Hj Mudawamah M.HI.

“Karena LKSA Darul Aitam anak asuhnya bukan hanya dalam panti, diharapkan untuk mengadakan kegiatan pondok liburan di masing-masing LKSA pada tahun mendatang,” pinta Sukardi pada Mudawamah dalam sambutannya saat penutupan.

Tahun ini, peserta pondok liburan sebanyak 202 anak mewakili 16 desa di Kecamatan Wates. Jumlah peserta tahun ini menanjak drastis dibanding tahun lalu, terutama peserta putra yang naik 40 persen.

(Baca: Muslimat NU Kabupaten Kediri Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji)

Pemateri yang dihadirkan berasal dari kantor Kemenag, KUA, kepolisian, BNN, Dinsos, IPHI, syuriah NU, ulama serta tokoh masyarakat.

Sedangkan materi mengedepankan metode pendekatan pada anak dengan konsep “tiga no”, yakni no kekerasan, no kemarahan dan no hukuman.

Konsep ini diberlakukan agar anak bisa menikmati suasana pondok yang nyaman dan penuh kasih sayang, sehingga kerasan dan bersedia mondok tanpa ada unsur paksaan.

Cafe Ceria

Selain menggelar acara pondok liburan, panitia juga berbagi tugas di Cafe Ceria Keluarga LKSA. Cafe ini digagas panitia karena kebutuhan anak untuk membelanjakan uang saku yang diterima dari pengurus.

“Daripada anak keluyuran ke luar nyari kopi dan jajan, sebaiknya kita siapkan saja cafe yang menjual minuman dan jajan kesukaan anak-anak,” kata Hj Siti Aminah.

Ide kreatif inipun disambut penuh antusias oleh pengurus lain dan terwujudlah Cafe Ceria dengan lima pramusaji dari pengurus LKSA.

Diharapkan setelah kegiatan pondok liburan selesai, cafe ini terus beraktifitas dan tidak terbatas pada produk makanan serta minuman saja, tapi bisa berkembang pada hasil karya anak-anak.• dwa

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super