Pengajian Bulanan PWMNU DKI

Pelaksanaan Program Muslimat NU, Ranting Pegang Peranan Penting

 MUSLIMATAN: Dr Hj Sri Mulyati MA (tengah) di sela acara pengajian bulanan yang digelar PW Muslimat NU DKI Jakarta. | Foto: PWMNU DKI

MUSLIMATAN: Dr Hj Sri Mulyati MA (tengah) di sela acara pengajian bulanan yang digelar PW Muslimat NU DKI Jakarta. | Foto: PWMNU DKI

MNU Online | JAKARTA – Pondasi jamiyah Muslimat NU berasal dari grass-root. Ketika kekuatan di ‘akar rumput’ tidak kuat, maka organisasi bisa rapuh atau bahkan runtuh.

Karena itu, dalam Kongres XVII Muslimat NU di Pondok Gede, 23-27 November 2016, diputuskan penguatan organisasi dari bawah dengan menonjolkan peran anak ranting (tingat dusun) dan ranting (desa/kelurahan).

“Bagaimana kita meniru kepemimpinan Rasulullah Saw terkait wajibah ijtima’iyyah sebagai pimpinan Muslimat NU di seluruh levelnya,” kata Ketua III PP Muslimat NU masa khidmat 2011-2016, Dr Hj Sri Mulyati MA dalam pengajian bulanan PW Muslimat NU DKI Jakarta di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12).

“Maka yang paling berperan dalam pelaksanaan program adalah akar rumput, ranting,” tandas perempuan yang bakal menjabat Ketua I PP Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 tersebut.

(Baca: Imam Besar Masjid Istiqlal: Rahim Ibu Miniatur Surga bagi Janin)

Sekadar informasi, di periode sebelumnya, posisi Ketua I dijabat Ny Hj Machfudhoh Aly Ubaid yang memilih tidak lagi masuk pengurus harian untuk konsentrasi di bidang dakwah (Himpunan Daiyah Majelis Taklim Muslimat NU/Hidmat).

Sri Mulyati menambahkan, apapun tingkatan kepemimpinan di Muslimat NU semua kinerja harus dipertanggungjawabkan. Tidak hanya di internal organisasi dan masyarakat, terutama kepada Allah Swt.

Dalam permasalahan tanggung jawab pemimpin, Sri Mulyati lantas menyampaikan hadits Rasulullah Saw yang termaktub dalam kitab Riyadhush-sholihin juz l halaman terakhir.

Kullukum ro’in. Wa kullu ro’in mas’ulatun ‘an ro’iyyatih. Kamu semua adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan ditanya/diminta pertanggungjawabannya,” katanya.

Pentingnya Istikharah

Dengan penguatan di grass-root, maka di kepengurusan masa khidmat 2016-2021 akan ada banyak program, termasuk dana dan fasilitas yang difokuskan ke anak ranting dan ranting.

Salah satunya di bidang pendidikan, ada penguatan program untuk PAUD, Raudhatul Athfal (RA) maupun TPQ. Begitu pula pengkaderan Aswaja lewat program Madrasah Aswaja.

Sri Mulyati juga menyampaikan rasa syukur atas sukses Kongres XVII. Banyak hal dihasilkan, selain penguatan akar rumput juga penyempurnaan AD-ART hingga berbagai program Muslimat NU ke depan.

(Baca: Muslimat NU Bukan Parpol, Pilihan Diserahkan ke Masing-masing Jamaah)

Khusus di bidang pendidikan, dia menyampaikan, lewat Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU) Bina Bakti Wanita pusat telah disosialisasikan Kurikulum 2013 untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Sosialisasi ini bagian dari upaya untuk mewujudkan PAUD yang berkualitas. Dan bahasa ibu perlu dipergunakan dalam rangka mencerdaskan anak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan perlunya shalat sunah istikharah yang biasanya dikerjakan hanya jika ada keperluan tertentu. Padahal istikharah itu untuk semua hal, “Istikhoroh fil umuri kulliha, istikhoroh itu pada semua urusan,” tuntasnya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super