Hj Dinawati S.Ag MM:

Pelantikan PC Inhil Tambah Kekuatan Muslimat NU di Riau


KERJA KERAS: Hj Dinawati S.Ag MM (tengah) tak lelah berjuang me-Muslimat-kan Provinsi Riau. | Foto: PWMNU Riau

MNU Online | INHIL – Pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Indragiri Hilir (Inhil) membuat jumlah PC yang ber-SK kini menjadi sembilan dari total 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Ketua PW Muslimat NU Riau, Hj Dinawati S.Ag MM mengaku bersyukur karena hal itu kian menambah kekuatan dan semangat baru untuk semakin pengembangan Muslimat NU di Riau.

“Apalagi dengan seorang istri bupati dipercaya menjadi ketua oleh PAC yang notabene beliau memang keluarga besar Nahdliyin. Hal itu sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan layanan Muslimat NU di tengah masyarakat,” paparnya, Minggu (1/1).

Apalagi, kata Dinawati, bupati dalam sambutannya siap mendukung penuh Muslimat NU dan siap pula menjadi tuan rumah jika even-even digelar di daerahnya. “Beliau juga siap memberikan dukungan anggaran terhadap program yang dicanangkan PC,” katanya.

(Baca: Istri Bupati Indragiri Hilir Ikut Berjuang di Muslimat NU)

Usai dilantik, Dinawati juga gembira karena PC Inhil berkomitmen untuk menindaklanjuti program PP maupun PW, terutama pencegahan bahaya narkoba lewat deklarasi Laskar Anti Narkoba di tingkat PAC sampai di ranting.

“Saya yakin beberapa program lain, sebagimana yang sudah dicanangkan bersama di Kongres XVII, akan mendapatkan progresnya di PC Inhil selain dari PC-PC lain yang sudah berkomitmen serupa untuk menindaklanjutinya,” paparnya.

Namun dia mengajak agar upaya pencegahan dan pemberantasan bahaya narkoba tak berhenti di deklarasi, tapi dilanjut dengan pembekalan laskar lewat berbagi bimtek untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan di tengah masyarakat.

Hindari Gesekan


LASKAR ANTI NARKOBA: Usai dilantik, PC Inhil mendeklarasikan Laskar Anti Narkoba dan akan dilanjutkan ke tingkat cabang sampai ranting. | Foto: PWMNU Riau

Selain narkoba, Dinawati mengingatkan bahaya masuknya pengaruh paham radikalisme yang berpotensi pada terorisme. Terlebih Inhil termasuk daerah pinggiran dan perbatasan.

Pun demikian dengan maraknya LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Meski selama ini identik dengan daerah perkotaan, hal itu tetap berpotensi merambah daerah karena perkembangan teknologi dan pergaulan.

“Ada karyawan saya yang berasal dari desa tertentu saling mencintai sesama perempuan. Jadi jangan senang dulu kalau anak perempuan hanya akrab dengan anak perempuan, orang tua tetap perlu melakukan pengawasan,” katanya.

(Baca: Rajin Turun ke Bawah, Gubernur Riau Apresiasi Kinerja Khofifah)

Hal lain yang tak kalah penting untuk diantisipasi Pemkab dan stakeholder yakni terkait ujaran kebencian (hate speech) yang suka tidak atau suka, sadar atau tidak sadar, kita telah tergiring di dalamnya.

“Hal itu ditandai dengan masuknya berita-berita yang belum tentu kebenarannya di handphone kita dan mengajak kita untuk memviralkan ke teman-teman lewat jejaring medsos,” katanya.

“Tentu ini bukan hal sepele karena sudah terlihat potensi keretakan persatuan dan kesatuan di antara kita. Maka perlu kita ciptakan dan perkuatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat, serta hindari dan perkecil adanya perbedaan yang berpotensi terjadinya gesekan,” tuntasnya.• nur

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super