PC Muslimat NU Wonosobo

Pembinaan Ranting, Pengurus Cabang Ikhlas Jalan Kaki dan Naik Perahu

 PULANG NAIK PERAHU: Rombongan PCMNU Wonosobo pulang naik perahu untuk agar tak kemalaman tiba di rumah. | Foto: PCMNU Wonosobo

PULANG NAIK PERAHU: Rombongan PCMNU Wonosobo pulang naik perahu agar tak kemalaman tiba di rumah. | Foto: PCMNU Wonosobo

MNU Online | WONOSOBO – Pantaslah jika dalam banyak kesempatan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga dan tak henti memberi apresiasi yang tinggi setiap kali menyebut kemandirian, perjuangan serta keikhlasan warganya.

Kemandirian dan keikhlasan itu tak hanya terlihat saat warga Muslimat NU menghadiri majelis taklim, harlah maupun kongres dengan melakukan iuran untuk membayar sewa kendaraan maupun ongkos perjalanan, tapi juga ditunjukkan ketika pengurus PC (cabang) melakukan pembinaan ranting.

(Baca: Apa yang Dicari Ibu-ibu dengan Ber-Muslimat NU? Ini Jawabannya)

Salah satunya dilakukan PC Muslimat NU Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pengurus tak canggung turun hingga ke pelosok dengan naik ojek, jalan kaki dan pulang naik perahu ketika menyambangi ranting di Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang, Minggu (4/12).

Butuh waktu tiga jam untuk mencapai lokasi. Rombongan pengurus berangkat pukul 08.00 WIB mengendarai mobil.

Sesampainya di perbatasan Kebupaten Wonosobo dan Kebumen, ternyata mobil tidak bisa melintas lantaran jalan rusak parah dan rombongan akhirnya berganti naik ojek yang dilanjut jalan kaki untuk sampai di Desa Kumejing.

 JALAN KAKI: Jalan ke desa tak bisa dilalui mobil, rombongan PCMNU Wonosobo memilih jalan kaki | Foto: PCMNU Wonosobo

JALAN KAKI: Jalan ke Desa Kumejing tak bisa dilalui mobil, rombongan PCMNU Wonosobo memilih jalan kaki | Foto: PCMNU Wonosobo

“Selain jauh, jalannya rusak parah, tak bisa dilewati mobil. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB,” terang Ketua PC Muslimat NU Wonosobo, Nyai Hj Umi Fatmah.

(Baca: Kemandirian Warga Muslimat NU: Hadiri Pengajian, Iuran Bayar Ongkos Kendaraan)

Sesampai di lokasi, PC Wonosobo mengemas pembinaan lewat acara peringatan hari besar Islam. Dalam pemaparannya, Nyai Umi menyampaikan materi terkait bahaya penyalahgunaan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) serta radikalisme.

Usai melakukan pembinaan, perjalanan pulang rombongan ternyata tak kalah sulit. Untuk menghemat waktu, pengurus memilih menyeberangi Waduk Wadaslintang dengan menggunakan perahu kecil. “Agar tidak kemalaman tiba di rumah,” kata Nyai Umi.• nur

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super