Penampilan Paduan Suara Muslimat NU Sumedang Dapat Pengakuan

MNU Online | JAKARTA – Kelompok paduan suara Muslimat NU Sumedang, menyanyikan lagu-lagu daerah. Mereka tampil di sela acara pembukaan ‘Pelatihan untuk Pelatih (Training Of Trainers) Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika’ di Hotel Santika, Jakarta Pusat, Kamis malam (5/4).

Paduan suara Muslimat NU Sumedang menyanyikan lagu Keroncong Kemayoran, lagu daerah Betawi  di hadapan seratus lebih yang hadir. Mereka dengan kompaknya mempersembahkan penampilan dan kualitas yang terbaik. Terang saja, aksi pentas mereka tak hanya menghibur tetapi juga membuat decak kagum para hadirin.

Mereka beranggotakan 15 orang ibu setengah baya ditambah seorang pemain keyboard. Kekompakan paduan suara Muslimat NU Sumedang, menambah khidmat suasana acara pembukaan yang dihadiri Hj. Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj. Melani Leimena Suharli, Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR, 14 anggota MPR, dan  107 ibu peserta pelatihan dari Muslimat NU.

“Tadi kami memainkan lagu Sigulempong dari Batak,” tandas Ibu Lilih, anggota grup paduan suara Muslimat NU Sumedang kepada NU Online selepas acara pembukaan di depan panggung. Lagu daerah Batak ini sempat mengambil simpati seorang wanita muda anggota MPR RI sehingga di tempat duduknya ia ikut menggerak-gerakkan bibir.

Usia anggota paduan suara ini tidak bisa lagi dibilang muda. Namun, usia bukan halangan. “Kami pernah merebut juara satu antar-Muslimat NU se-Jawa Barat beberapa tahun lalu,” sela Siti Khairiyah, anggota grup paduan suara Muslimat NU Sumedang. Ibu Lilih menjelaskan bahwa ia dan Khairiyah adalah saudara kandung.

“Kami tak pernah latihan secara rutin. Untuk manggung tadi, kami hanya 4 kali latihan. Dulu juga waktu mau manggung di Jakarta, kami tinggal mengompakkan saja. Suara kami memang bagus karena hampir semua anggota kami adalah qariah dan penyanyi pop,” tegas Khairiyah.

Muslimat NU Sumedang cukup aktif di Jawa Barat. Grup paduan suara ini sudah pentas dimana-mana. Kami pernah diundang oleh Ibu Shinta Nuriyah saat Gus Dur menjabat Presiden RI, tambah Lilih.

Mereka punya Ibu Hj. Pipih, guru kesenian lulusan UPI, Bandung. Ia adalah Master Seni Musik. Ia pun ustazah. Hampir semua mereka punya madrasah kecil-kecilan. Mereka umumnya adalah guru dari formal sampai informal. Dari semua anggota paduan suara, hanya satu yang jadi peserta pelatihan kali ini. Lepas pertemuan, keduanya beranjak menuju keramaian masuk antrean untuk mengisi registrasi kehadiran.mil/nuo

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super