Harlah ke-71 Muslimat NU

Pengajian Akbar Aswaja Mewarnai Rakorda Muslimat NU Sulsel


RAKORDA: Hj Majdah menyampaikan sambutan saat pembukaan Rakorda PW Muslimat NU Sulawesi Selatan. | Foto: PWMNU Sulsel

MNU Online | MAKASSAR – PW Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) yang dihadiri seluruh PC sebagai rangkaian Harlah ke-71 Muslimat NU di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM), Minggu (23/4).

Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, Dr Ir Hj Majdah Agus Arifin Nu’mang MSi dalam sambutannya mengapresiasi atas kehadiran seluruh ketua dan pengurus PC se-Sulsel.

Rakorda yang digelar selama tiga hari ini, 22-24 April, untuk mengkoordinasikan hal-hal yang mendesak dan mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan.

(Baca: Muslimat NU Sulsel Ngaji Aswaja Bareng Gus Aab)

“Perlu kami sampaikan sebagai rangkaian kegiatan Harlah telah diadakan kegiatan sosialisasi penyalahgunaan narkoba, pelatihan penyelenggaraan shalat jenazah,” katanya.

Pembukaan Rakorda dirangkaian dengan pengajian akbar bertema ‘Membumikan Ahlusunnah wal Jama’ah di Era Globalisasi oleh Dr KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab). Adapun puncak kegiatan diadakan di Masjid Raya sekaligus launching Gerakan Sulsel Mengaji dan Shalawat (G-SMS), Senin (24/4).

Selain itu sebagai tanggung jawab sosial, kata Arfah, Muslimat NU harus menyiapkan tenaga kerja sebagai pemberdayaan kader.

Dalam kesempatan tersebut, Majdah membagikan bibit cabai bantuan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel kepada seluruh PC, sebagai tindak lanjut kerjasama PP Muslimat NU dan Kementerian Pertanian.

(Baca: Ketua Muslimat NU Sulsel Ajak Amalkan Nilai-nilai Al Qur’an)

Sementara itu PWNU Sulsel yang diwakili Wakil Ketua Arfah Shiddiq dalam taushiyahnya menuturkan, Muslimat NU sebagai Banom memiliki tugas dan tanggung jawab di antaranya pada bidang organisasi.

“Muslimat NU harus terus berpacu sebagai salah satu perwujudan sebagai Ormas keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” kata Arfah yang sekaligus membuka Rakorda.

“Kedua, Muslimat NU sebagai badan otonom NU harus tetap mengawal nilai Aswaja di tengah masyarakat. Dan ketiga Muslimat NU harus senantias mengawal nilai-nilai NKRI sebagai harga mati,” tambahnya.• andy m idris

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super