Penguatan di Bawah, Muslimat NU Siapkan Desa dan Madrasah Aswaja

 PLENO TERAKHIR: Ketum Khofifah Indar Parawansa (kiri) memimpin pleno terakhir persiapan Kongres ke-17. | Foto: MNU Online

PLENO TERAKHIR: Ketum Khofifah Indar Parawansa (kiri) memimpin pleno terakhir persiapan Kongres ke-17. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Muslimat NU siap berkongres ke-17. Pemantapan materi menyangkut AD-ART, program, renstra, rekomendasi hingga bahtsul masail sudah selesai dalam pembahasan pleno terakhir, Minggu (20/11).

Bathsul masail stressing-nya soal LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dilihat dari segi agama, psikologi dan budaya,” kata Ketua Steering Committee (SC), Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Senin (21/11) malam.

Untuk AD-ART, tutur Machfudhoh, ada visi tambahan terkait program Desa Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) yang akan dicanangkan mulai periode depan.

(Baca: 409 Wilayah dan Cabang Siap Berkongres di Asrama Haji Pondok Gede)

“Deskripsi program ini menekankan bahwa di dalam pola kehidupan, kemasyarakatan maupun kiprah harus dibingkai dengan akhlakul karimah sesuai karakter Aswaja,” jelasnya.

Selain itu, kongres akan membahas penguatan organisasi yang dimulai dari bawah (grassroot) dengan menonjolkan peran anak ranting (tingat dusun) dan ranting (desa/kelurahan) karena kekuatan Muslimat NU memang berasal dari ‘akar rumput’.

“Ketika di bawahnya tidak kuat maka organisasi akan menjadi rapuh,” katanya.

Dengan demikian di periode depan akan ada banyak program, termasuk dana dan fasilitas yang difokuskan ke anak ranting dan ranting.

Machfudhoh mencontohkan di bidang pendidikan. Program untuk PAUD, Raudhatul Athfal (RA) maupun TPQ harus diperkuat, begitu pula pengkaderan Aswaja lewat program Madrasah Aswaja.

(Baca: Ketua PWNU Jabar Restui Khofifah Pimpin Muslimat NU Lagi)

Insyaallah nanti akan dibikin semacam Madrasah Aswaja. Ini termasuk program pendidikan, jadi nyambung dengan kurikulum baru yang tengah dibahas PP Muslimat NU. Begitu juga penguatan rumah sakit di bidang kesehatan,” paparnya.

Penguatan dari grassroot ini, tambah Machfudhoh, harus dimulai dari sekarang dengan menonjolkan peranan anak ranting dan ranting. “Kalau tidak diawali dari bawah maka ini akan punah,” tandasnya. • nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super