PC Muslimat NU Surabaya

Penguatan Organisasi Lewat Pembekalan Internet dan Keaswajaan


BENTENGI DIRI: Pengurus PC Muslimat NU dan PCNU Surabaya foto bersama usai workshop. | Foto: PCMNU Surabaya

MNU Online | MOJOKERTO – Di tengah kian maraknya singgungan ideologi transnasional di berbagai lini masyarakat, PC Muslimat NU Kota Surabaya merapatkan barisan untuk pembentengan, khususnya di internal organisasi dan jaringan.

Di antaranya dengan menyelenggarakan whorkshop bertema Penguatan Capacity Building untuk Kemandirian Organisasi di Villa Asia Jaya Pacet Mojokerto, 24-26 Februari 2017.

Acara dibuka Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi yang juga memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas SDM dengan melakukan capacity building. Sementara tema internet sehat dan positif diberikan tim PCNU Kota Surabaya dengan bahasan tentang berita hoax dan cyber crime.

(Baca: Muslimat NU Surabaya Launching Program Pemberdayaan Ekonomi)

Di hari kedua, 122 peserta terdiri dari perwakilan PAC MNU se-Surabaya diasah kerjasama dan kekompakan dengan melakukan kegiatan outbond. Dilanjutkan materi arahan Ketua PW LBMNU Jatim, KH A Asyhar Shofwan MHI.

Dalam materinya, Kiai Asyhar menyampaikan beberapa keputusan bahtsul masail NU yang berkaitan dengan Muslimat NU seperti haji tanpa mahram, bank ASI, khitan perempuan hingga pernikahan beda agama.

Kemudian dilanjutkan sesi berikutnya yakni penguatan wawasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), khususnya yang berkaitan dengan amaliah Nahdliyyah.

Ahmad Muntaha AM dari Tim Aswaja NU Center PWNU Jatim mengurai secara rinci konsep bid’ah dalam perspektif Aswaja sebagai imunisasi awal dari serangan ideologi transnasional yang sering memvonis bid’ah sesat terhadap beberapa amaliah kaum Nahdliyyin.

Kemudian diikuti penjelasan amaliah lainnya seperti tawassul, tabarruk lengkap dengan dasar-dasar dan dalilnya.

Legalitas ‘Tradisi NU’


OUTBOND: peserta terdiri dari PAC MNU se-Surabaya mengasah kerjasama dan kekompakan lewat kegiatan outbond. | Foto: PCMNU Surabaya

Seiring keseriusan ibu-ibu Muslimat NU menyimak materi ke-Aswaja-an, Ketua PC LBM NU Kota Surabaya, Ustadz Luqmanul Hakim S.PdI menyusul dengan paparan argumentasi ilmiah seputar legalitas dzikir berjamaah, tahlilan dan amaliah lainnya.

“Materi ini sangat penting dan akan kami sampaikan kepada jamaah di lingkungan kami,” tutur salah satu peserta dari Nyamplungan, Ampel, Surabaya.

(Baca: Bahaya Narkoba Mengintai, Orang Tua Diminta Lebih Sigap Awasi Buah Hati)

“Semoga kita mampu mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh dalam kehidupan berorganisasi di tempat kami dan ada Workshop serupa di waktu yang akan datang,” tambah Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Nyai Hj Lilik Fadhilah.

Acara ditutup oleh Ketua PCNU Surabaya, Dr H Achmad Muhibbin Zuhri yang memberi apresiasi tinggi. Menurutnya, acara ini turut andil menyelesaikan separuh pekerjaan NU dalam menjaga umat.

“Penguatan organisasi ini harus dilakukan dengan kolaborasi dan kreatifitas yang baik. Dengan penguatan kapasitas, maka kepercayaan diri dan kebanggaan diharapkan juga akan muncul menghadapi zaman yang perubahannya jauh dari nilai-nilai NU,” papar alumnus Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang tersebut.• eni rachma

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super