Workshop Pendidikan Usia Dini

Penutupan Diwarnai MoU Pengelolaan Iuran Anggota dengan Bank Jatim


MOU DENGAN BANK JATIM: Masruroh Wahid (dua dari kanan) meneken MoU dengan Bank Jatim disaksikan Sekum Ulfah Mashfufah (kanan). | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Usai sudah workshop Penguatan Layanan Pendidikan Usia Dini di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jatim selama dua hari, Sabtu (7/1) dan Minggu (8/1).

Penutupan diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PW dengan Bank Jatim terkait pengelolaan i’anah syahriyah (iuran bulanan anggota).

“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu yang rela meninggalkan semua kepentingan pribadi dan keluarga, duduk bersama-sama di sini semata-mata karena Allah lewat perjuangan suci di Muslimat NU. Saya ucapkan jazakumullah akhsanal jaza,” kata Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi.

Menurut Masruroh, workshop terkait pendidikan usia dini ini hanya sebagian kecil dari program PW dan Muslimat NU secara nasional. Masih banyak program lain yang butuh penguatan, baik dari lini organisasi maupun administrasi, manajemen serta kekuatan dana yang memadai.

“Itu sebabnya workshop kali ini tak semata mengenai PAUD, tapi memadukan program tersebut dengan peningkatan layanan lain dari organisasi,” katanya.

(Baca: Organisasi Sebesar Muslimat NU Tak Mungkin Abaikan Fundraising)

Penutupan semakin khidmat dengan siraman rohani yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, KH Lukmanul Karim. Dalam taushiyahnya, Gus Lukman menekankan pentingnya program jasmani dan rohani.

“Kalau jasmani dan rohani sehat, maka nggak lama-lama rapat atau pengajian, pasti Allah akan menjadikan kesuksesan kita sehari-hari,” katanya.

Dia mencontohkan Rasulullah Muhammad Saw, meski usianya hanya 63 tahun tapi seluruh dunia bisa makmur denga konsep-konsep yang diberikan rasul.

“Dan tak kurang dari 25 tahun seluruh dunia menggenal siapa Nabi Saw, pemimpin paling hebat di dunia,” katanya.

Alat Cetak Kartamus


ALAT CETAK KARTAMUS: Sekum Ulfah Mashfufah (tiga dari kanan) menyerahkan alat pencetakan Kartamus. | Foto: MNU Online

Sebelum penutupan, acara dirangkai dengan sosialisasi serta penyerahan alat pencetakan Kartamus (Kartu Anggota Muslimat NU) yang dilakukan Sekretaris Umum PP Muslimat NU, drg Hj Ulfah Mashfufah M.Kes.

Lewat sosialisasi, ketua dan bendahara PC se-Jawa Timur diberi pemahaman terkait Kartamus, mulai pengumpulan data, pencetakan hingga operasionalisasi Kartamus.

“PW dikasih data dari PP, semacam sistemnya dan kita sosialisasikan ke PC. Nanti data mulai dari ranting diserahkan ke PAC yang diteruskan ke PC, setelah tersusun dikirim untuk dicetak PW. Tapi yang berhak menerbitkan PP yang di situ ada tanda tangan Ketum dan Sekum,” terang Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Mariyam Baharuddin SH.

Maryam menegaskan PW hanya pada tataran mencetak Kartamus. Namun ada beberapa PC, di antaranya Kabupaten Pasuruan, yang sudah punya alat pencetakan.

“Kami mempersilakan biar cepat, mengingat di Jatim ada 43 cabang, sedangkan tiap cabang anggotanya bisa puluhan ribu. Bisa makan waktu lama kalau tidak cepat,” tandasnya.• nur

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super