Home » WARTA »


Perempuan Paling Rasakan Dampak Kenaikan Harga BBM

khofifah-pengajianJAKARTA-Pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April mendatang. Dampak dari kenaikan harga BBM itu, dipastikan harga sembako akan naik, sehingga beban kehidupan masyarakat akan semakin berat.

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kaum perempuan akan paling merasakan dampak kenaikan harga BBM. Sebab, merekalah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan rumah tangga setiap hari.

“Ibu-ibu akan sangat merasakan dampak kenaikan harga BBM. Ibu-ibu lah yang setiap hari mengatur keuangan keluarga,” kata Khofifah pada pengajian di Pusdiklat Muslimat NU, Pondok Cabe, Jakarta Selatan, Minggu (25/3).

Menurutnya, kenaikan harga BBM dipastikan akan berpengaruh pada harga sembako. Dengan demikian, daya beli beli masyarakat akan menurun. Padahal, sembako adalah kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi setiap hari.


“Kalau BBM sudah naik, pasti beras naik, minyak goreng naik, gula naik, dan barang-barang lainnya juga naik,” jelas menteri pemberdayaan perempuan dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid ini.

Khofifah menambahkan, menjelang 1 April ibu-ibu rumah tangga banyak yang gelisah dan sedih. Mereka benar-benar khawatir harga BBM akan naik.

“Kalau sembako naik, belum tentu uang belanja dari suami naik. Apa mungkin bikin kopi tanpa gula?,” kata Khofifah di hadapan ratusan ibu-ibu yang hadir pada pengajian Muslimat tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kenaikan harga BBM yang akan dilakukan karena seolah-olah pemerintah tak punya opsi lain. Padahal, jika pemerintah mau serius, masih ada opsi lain yang bisa ditempuh agar harga BBM tidak terus naik.

“Kesimpulannya, manajemen energi Indonesia memang butuh banyak pembenahan,” jelasnya.
Dikatakannya, opsi yang seharusnya dilakukan pemerintah sejak dulu, adalah mengolah minyak hasil dalam negeri sendiri, terutama untuk minyak tanah dan premium.

“Sudah saatnya mengolah minyak tanah sendiri. Indonesia harus punya banyak mesin pengolahan minyak. APBN kita yang sebesar 1.435 Triliun cukup untuk itu. Ini untuk kepentingan jangka panjang,” katanya.

Selain itu, kata Khofifah, transaksi hasil minyak Indonesia saatnya dilakukan di dalam negeri. Sebab, selama ini transaksi dilakukan di Singapura. Langkah-langkah efesiensi dalam manajemen energi juga perlu dilakukan, sehingga kalaupun harga naik tidak terlalu tinggi.

“Karena transaksinya di Singapura, barang itu dari Indonesia lari ke Singapura lalu balik lagi ke Indonesia. Kenapa transaksi di Indonesia saja, agar Indonesia bargain dengan importir,” katanya.mil

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super