Maulid Nabi Muhammad Saw

Peringati Maulid Nabi, PP Muslimat NU Santuni Anak Yatim dan Lansia

<br /> SANTUNAN: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan santunan untuk anak yatim di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangsel. | Foto: MNU Online

SANTUNAN: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan santunan untuk anak yatim di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangsel. | Foto: MNU Online

MNU Online | TANGSEL – Rabi’ul Awal yang dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Mahammad Saw baru saja berlalu dan saat ini memasuki Jumadil Awal. Namun hal itu bukan persoalan bagi Pimpinan Pusat (PP)  Muslimat NU untuk menggelar peringatan maulid nabi, karena sejatinya kecintaan kepada Rasulullah tidak terbatasi oleh maulidur rasul saja.

Peringatan maulid berlangsung di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (20/1). Acara diisi dengan pengajian, pembacaan shalawat dan sirah nabi, taushiyah, pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan lansia, serta penyerahan bantuan alat bermain untuk anak usia dini.

(Baca: Hidmat MNU Kaji TPPO dari Sudut Pandang Islam)

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSI, Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid (penasihat), Dra Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siradj MA (ketua periodik II), drg Hj Ulfah Masfufah MKes (sekretaris umum) dan jajaran pengurus harian PP Muslimat NU.

Selain itu, hadir pula para ketua perangkat Muslimat NU (YKMNU, YPMNU, YHMNU, Hidmat MNU dan Inkopan), ketua PW Muslimat NU DKI, PC Muslimat NU Depok, PC Muslimat NU Bogor, PC Muslimat NU  Banten, PC Muslimat NU Kota Tangerang, PC Muslimat NU Kabupaten Tangerang, PC Muslimat NU Tangerang Selatan serta jamaah rutin pengajian Pusdiklat Pondok Cabe.

(Baca: Khofifah Ungkap Tanda-tanda Kewalian Gus Dur)

Ketua Panitia, Nurhayati Said Aqil Siradj menyampaikan, selain pengajian acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada 150 anak yatim piatu dan 50 orang lansia, serta penyerahan bantuan alat bermain untuk anak-anak usia dini untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YPM).

“Sebelum pengajian dimulai, ibu-ibu diajak memeriksa kesehatan berupa cek kolestrol, gula, darah tinggi dan lain-lain yang disediakan gratis oleh panitia untuk memastikan semuanya sehat,” tuturnya.

Syukuri Nikmat

<br /> PEDULI LANSIA: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan santunan untuk lansia di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangsel. | Foto: MNU Online

PEDULI LANSIA: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan santunan untuk lansia di Gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe, Tangsel. | Foto: MNU Online

Sementara dalam taushiyahnya, Khofifah mengingatkan arti penting menanamkan rasa syukur kepada Allah Swt bukan hanya pada saat menerima anugerah nikmat dan kebahagiaan saja.

“Selama ini kita bersyukur karena mendapat anugerah dan kebahagiaan. Sekarang mari kita balik, kita bersyukur maka kita akan bahagia. Kita akan bisa menapaki kehidupan dengan ketenangan karena hati kita tidak bisa diganggu oleh orang lain, hati kita akan menuntun hidup kita,” paparnya.

(Baca: Dihadiri Khofifah, Ribuan Warga Muslimat NU Jatim Maulidan di Bangkalan)

Khofifah juga menyinggung dinamika kehidupan, musibah dan gelombang masalah setiap saat bisa menghampiri siapapun, tetapi dengan syukur maka segala persoalan akan bisa dihadapi dengan mudah.

“Syukur kita akan melahirkan ketenangan dan kebahagiaan di hati,” tutur Khofifah sambil mengutip Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7: La in syakartum la azidannakum wala in kafartum inna adzabi lasyadid (Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sunggunyah azab-Ku sangat pedih).

Khofifah juga mengingatkan agar setiap napas kita harus menjadi bagian dari ingatnya kita kepada Allah (dzikrullah), dan ingatnya kita kepada Rasulllah. “Apapun ujian kita jangan mengurangi rasa syukur kita,” katanya.

(Baca: Riyadhoh, Hidmat MNU Gelar Khataman Al Qur’an dan Kajian Tafsir)

Sambil berkelakar, Khofifah mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa rendah diri walau pernah dua kali menjadi menteri, namun mobil yang dipakai saat ini keluaran tahun 2006 dan tidak merasa perlu membandingkan dengan mobil orang lain yang lebih mewah.

“Tentu saya tidak boleh membanding dengan orang lain, seraya memohon kepada Allah agar rizki yang Allah berikan adalah rizki yang baik dan barokah,” katanya.• ariyana wahidah

Baca juga

PELATIHAN STARTUP: Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU menggelar pelatihan startup di Al Nahdlah Islamic Boarding School, Depok, Jabar, Rabu (24/10). | Foto: MNU Online

Tantangan Ekonomi Digital, Muslimat NU Gelar Pelatihan Bisnis Startup

MNU Online | DEPOK – Muslimat NU kian fokus menghadapi tantangan ekonomi digital. Salah satu …

Watch Dragon ball super