Pengembangan Dakwah Perlu Revitalisasi Lailatul Ijtima’

 PAPARAN: Waketum PBNU, KH As’ad Said Ali saat memberikan paparan di Universitas Jember | Foto: Humas Unej

PAPARAN: Waketum PBNU, KH As’ad Said Ali saat memberikan paparan di Universitas Jember | Foto: Humas Unej

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa memandang pentingnya revitalisasi Lailatul Ijtima (LI) dan masjid dalam rangka mengembangkan dakwah di kalangan umat Islam, terutama nahdliyin.

“Revitalisasi lailatul ijtima ini, bahkan bisa masuk ke area pembangunan ekonomi. Misalnya, NU punya produk atau program ekonomi apa, bisa disosialisasikan lewat lailatul ijtima,” kata Khofifah saat menjadi narasumber pada pelatihan kader dai di Gedung PBNU, belum lama ini.

Selain Khofifah, tampil sebagai pembicara Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali, dan Ketua PP LDNU KH Zakki Mubarak. Pelatihan kader dai dan daiyah ini diselenggarakan atas kerjasama LDNU dan Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat).

Menurut Khofifah, selain revitalisasi lailatul ijtima, perlu juga digerakkan revitalisasi masjid dalam rangka memakmurkan kegiatan tempat ibadah umat Islam itu. “Selama ini sering disebut masjid kita direbut orang lain. Itu karena anak muda kita tak mau lagi datang ke masjid,” ungkapnya.

Khusus soal metode pengembangan dakwah di lingkungan NU, mantan aktivis pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menekankan pentingnya pembagian wilayah dakwah yang jelas diantara organisasi di lingkungan NU. “Harus ada pembagian segmentasi yang jelas, misalnya LDNU garap segmen apa, IPNU dan IPPNU ke mana dan organisasi lain garap apa,” katanya.

Selain itu, ia juga mengemukakan pentingnya pembangunan jaringan media dakwah, misalnya lewat multimedia yaitu televisi. “Networking ini penting, karena kita tak punya televisi sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, tokoh perempuan ini mengatakan, umat Islam harus mulai mengembangkan dakwahnya, dari hanya dakwah dengan lisan dan tindakan menjadi dakwah dengan harta. ”Inilah tantangan ke depan kita yang harus dibina terus dan dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP LDNU, KH Zakki Mubarak memandang pentingnya dakwah lewat media cetak. “Maka berdakwah melalui media cetak harus dikembangkan dan di hidup suburkan,” ujarnya.

Banyak tokoh terdahulu yang berhasil berdakwah dengan media cetak, seperti Imam Ghozali, Imam Syafii dan banyak tokoh lainnya. Karena tulisannya, mereka tidak pernah dilupakan hingga sekarang. “Sampai penulisnya wafat pun, tulisan masih dikenal,” ujarnya.

Lebih lanjut Kiai Zakki mengatakan, pada masa lalu orang berjihad dengan memakai senjata dan sebagainya, akan tetapi pada masa sekarang kaum muslimin harus mampu berjuang atau berjihad dengan ketajaman penanya. • dms/mil

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super