PW Muslimat NU Bali

Pesan Maulid dari Bali: Ajarkan Islam dengan Basis Kearifan Lokal


MAULIDAN: Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali, Minggu (3/11). | Foto: PWMNU Bali

MNU Online | DENPASAR – PW Muslimat NU Bali bersama PW GP Ansor dan PW Fatayat NU setempat menyelenggarakan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Acara digelar di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Minggu (3/11).

Hadir dalam acara tersebut perwakilan PWNU serta Banom maupun lembaga (Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII, LTNU, LDNU, PERGUNU, LPBI NU) dari wilayah sampai kecamatan dan majelis taklim Muslimat NU. Hadir pula perwakilan MUI, Ormas Islam lainnya, tokoh masyarakat dan pengurus masjid.

(Baca: Cegah Dampak Buruh Gadget, Muslimat NU Bali Gelar Seminar Sehari)

Ketua PW Muslimat NU Bali, Dra Hj Any Hani’ah MA dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan maulid kali ini setidaknya mempunyai tujuan agar masing-masing dapat melahirkan kembali pribadi, sikap tindak-tanduk maupun ucapan Rasulullah Saw yang notabene berkebangsaan Arab kita praktikkan dalam kehidupan di Indonesia.

“Pada diri Nabi Muhammad terdapat sifat-sifat lokal dan universal. Perilaku universal inilah yang ingin kita kembangkan melalui peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw,” katanya.

(Baca: Anjangsana ke Sesepuh Jadi Agenda Rutin Muslimat NU Bali)

Any lantas mengutip ayat Al Qur’an bahwa Allah Swt tidak mengutus rasul kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam. “Ayat ini mengandung pengertian bahwa ajaran Islam akan senantiasa cocok, dan bisa diterapkan di seluruh tempat di bumi ini,” katanya.

Namun jalan implementasi ajaran Islam, tandasnya, harus dilaksanakan berbasis kearifan lokal. “Islam harus bisa mengakomodir kearifan lokal yang di Indonesia sangat banyak ragamnya, karena berbeda pulau berarti berbeda tradisi dan kebudayaannya,” paparnya.


KEARIFAN LOKAL: Pesan Maulid Nabi Muhammad Saw, implementasi ajaran Islam harus dilaksanakan berbasis kearifan lokal. | Foto: PWMNU Bali

Sementara itu perwakilan dari PWNU Bali, H Syamsul Hadi SE MPd  mengajak kaum wanita bersyukur dengan diutusnya Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul untuk memperbaiki perilaku orang-orang Arab Jahiliyah.

“Salah satunya mengubur hidup-hidup anak perempuan, karena merasa malu bila memiliki anak perempuan, menjadi memuliakan perempuan,” katanya.

(Baca: Peduli Kemanusiaan, Muslimat NU Bali Gelar Donor Darah)

Sedangkan Pengasuh Ponpes Darul Arifin Jember, Jawa Timur, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin MHI atau yang akrab dipanggil Gus Aab dalam mau’idhoh hasanahnya menyampaikan bahwa tradisi yang isinya kegiatan ibadah akan mengantarkan nilai pahala kita sampai ke surga.• nur

Baca juga

Ketua Bawaslu Sulsel Ajak Muslimat NU Tolak Politik Uang

MNU Online | BULUKUMBA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, HL Arumahi mengajak …

Watch Dragon ball super