PC Muslimat NU Jakarta Timur

Pesan Maulid: Islam Hadir dengan Ramah, Bukan Marah-marah


ISTIGHFAR BERSAMA: Ketum Khofifah IP beristighfar bersama warga Muslimat NU Jakarta Timur, Minggu (29/1). | Foto: MNU Online

MNU Online | CIBUBUR – Banyak hal yang bisa diteladani dari Rasulullah Saw dalam peringatan Maulid Nabi. Salah satunya Rasul menyampaikan Islam dengan ramah, bukan marah-marah.

“Maka jika ingin mengikuti Rasul, syi’arkan agama Allah Swt dengan cara merangkul, bukan memukul. Lawan jadikan kawan, bukan sebaliknya,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi.

Pesan indah itu disampaikan Khofifah saat memberi taushiyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1438 H yang digelar PC Muslimat NU Jakarta Timur (Jaktim) dan Majelis Ta’lim Kaum Ibu Al Ma’ruf di kompleks Lembaga Pendidikan Islam Al Ma’ruf, Jalan Raya Lapangan Tembak Cibubur, Jaktim, Minggu (29/1).

(Baca: Format Dakwah Kita Masih Dominan bil Lisan Ketimbang bil Mal)

“Bahkan Rasul tak segan menyuapi makan pada orang yang memakinya. Inilah cara beliau dalam menghadirkan Islam yang ramah, bukan yang marah-marah. Wama arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin: Tiadalah Kami utus engkau (ya Muhammad) selain sebagai rahmat bagi seluruh alam – QS Al Anbiya: 107,” tandasnya.

Rapotnya, tambah Khofifah, yang terjadi saat ini cara memukul tidak lagi dengan fisik, melainkan lewat SMS, media sosial (medsos) maupun mem-viral-kan informasi yang tidak ditelusuri dulu kebenarannya alias tanpa tabayyun.


BANTUAN: Pemberian bantuan untuk keluarga tak mampu di sela peringatan Maulid Nabi yang digelar PCMNU Jaktim, Minggu (29/1). | Foto: MNU Online

“Ini perlu disadari bersama, memukul pakai jari-jari (SMS maupun medsos) itu lebih dahsyat daripada pentungan,” katanya.

(Baca: Bersama Wabup, Muslimat NU Kabgor Berbagi Rezeki di Panti Asuhan)

Di ujung taushiyahnya, Khofifah mengajak jamaah beristighfar. Meminta ampunan untuk warga bangsa agar diberi Allah Swt kekuatan, bersatu padu dalam membangun negeri.

“Istighfar membuat hati kita menjadi tenang, mari kita seringkan, istiqomahkan. Mari bersihkan diri agar doa kita terijabahi sebelum mengajak orang lain bersih,” tuturnya.• jey/fmi

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super