Pleno PBNU, Khofifah: Momentum Jawab Kemiskinan Warga NU di Pedesaan

pleno-pbnu-2

DIKAWAL BANSER: Ketum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menuju arena Rapat Pleno PBNU di Ponpes Khas Kempek Cirebon | Foto: MNU Online

MNU Online | CIREBON – Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kemiskinan pedesaan terbanyak di Indonesia berada di Jawa Timur, disusul Jawa Tengah yang mayoritas masyarakatnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (Nahdliyin).

Karena itu, lewat Rapat Pleno PBNU dengan tema “Meneguhkan Islam Nusantara Menuju Kemandirian Ekonomi Warga” di Ponpes Khas Kempek Cirebon, 23-25 Juli 2016, PBNU punya pekerjaan rumah untuk menjawab bagaimana kemiskinan pedesaan tertinggi di daerah dengan mayoritas Nahdliyin tersebut bisa terjawab.

“Hari ini sebetulnya menjadi kesempatan yang cukup luas bagi warga NU untuk meningkatkan derajat kesejahteraan kemandiriannya, seperti tema pleno PBNU hari ini,” tutur Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang menghadiri Rapat Pleno PBNU, Minggu (24/7).

Menurut Khofifah, ada dana cukup besar hampir Rp 169 triliun yang diturunkan pemerintah pusat ke desa. “Sekjen PBNU (Helmy Faishal Zaini) dulu adalah tokoh yang menginisiasi ini (saat menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal). Sehingga kades-kades di Jatim dan Jateng mestinya bisa mendapatkan penguatan pendampingan jika ISNU dan lembaga perguruan tinggi NU melakukan pemetaan,” paparnya.

Pada saat yang sama, lanjut Khofifah, sekarang sedang diujicoba elektronik warung (e-warung). Program terkini dari Kementerian Sosial ini basisnya di desa dan sangat efektif jika dilakukan di pesantren. E-warung akan menjadi penampungan antara lain dari seluruh bantuan sosial (bansos) yang trennya kian bersifat non tunai (cashless).

pleno-pbnu-3

PLENO PBNU: Selama tiga hari, PBNU menggelar rapat pleno di Ponpes Khas Kempek Cirebon. | Foto: MNU Online

Lalu ada dana raskin — sekarang namanya berubah menjadi rastra (beras untuk keluarga sejahtera) — yang kebagian APBN Rp 20,98 triliun. “Ini akan dikonversikan dari subsidi pangan menjadi bantuan pangan yang nanti delivery-nya lewat e-warung,” kata Khofifah yang juga menjabat Mensos RI.

Tak hanya rastra, dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang sekarang mencapai Rp 10,8 triliun secara bertahap juga akan di-delivery lewat e-warung. Begitu pula dengan elpiji 3 Kg bersubsidi yang prosesnya akan di-delivery lewat e-warung.

“Sehingga dakwah-dakwah bil lisan maupun bil kitabah akan menjadi bagian dari penguatan kita dengan mewujudkan dakwah bil hal dan bil mal,” ujarnya.

Untuk menyiapkan e-warung pemetaannya relatif mudah, karena tahun ini Kemensos hanya akan mengujicoba di 10 kota dan tahun depan baru di 44 kota.

“Jika coverage bisa dipercepat, sesungguhnya inilah saatnya orang-orang di desa yang tadinya kalau di Jatim kemiskinan tertinggi di perdesaan yang juga warga NU, maka kita akan me-replace mereka lewat e-warung dan pendampingan dari dana desa,” jelasnya.

E-warung ini bersinergi dengan empat bank BUMN. Secara teknis, anggaran dilewatkan melalui empat bank tersebut kemudian langsung dikirimkan ke e-warung.

“Sehingga masyarakat penerima rastra bisa menggantikan yang tadinya menerima beras katanya berkutu, kecoklatan, sekarang bisa membeli dan memilih beras. Bahkan bisa tambahkan gula, minyak goreng, tepung dengan anggaran yang sudah bisa di-delivery di e-warung yang berada di kampung-kampung,” katanya.

Jadi, tegas Khofifah, format program Kemensos ini nyambung dengan tema pleno PBNU kali ini. “Mudah-mudahan ini bisa bersinergi dalam waktu cepat, karena kemungkinan proses percepatan mendirikan e-warung ini bisa dilakukan dengan seluruh elemen warga besar NU,” tuntasnya. ♦ fmi

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super