Lomba Paduan Suara

Potensi Terpendam Muslimat NU Kudus di Bidang Tarik Suara


PADUAN SUARA: Tim paduan suara pengurus PC Muslimat NU Kudus saat mengikuti lomba se-eks karesidenan Pati di Pendopo Kabupaten Jepara. | Foto: PCMNU Kudus

MNU Online | KUDUS – Selain aktif melakukan aktivitas keagamaan maupun sosial, diam-diam pengurus PC Muslimat NU Kudus, Jawa Tengah, memiliki potensi dalam bidang tarik suara.

Hal itu terlihat saat mereka berlaga di ajang Lomba Paduan Suara (mars-hymne Muslimat NU dan yahlal wathon) antar-PC Muslimat NU se-eks karesidenan Pati di Pendopo Kabupaten Jepara, Minggu (5/11).

Meski belum berhasil merebut juara, kontingen Muslimat NU Kudus tetap ceria dan penuh semangat. Apalagi saat tampil mendapat sambutan hangat dan aplaus dari hadirin. Sedangkan juara akhirnya direbut PC Muslimat NU Blora.

(Baca: Muslimat-Fatayat NU Kudus Jaga Kekompakan Perempuan NU)

Lomba dimulai pukul 09.00, diikuti empat kontingen dari tujuh kabupaten di wilayah eks-karesidenan Pati. Selain peserta, ofisial dan tamu undangan turut memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan Korda Muslimat NU eks-Karesidenan Pati tersebut.

Tamu undangan yang hadir, di antaranya Hj Rufiati Mahmud (PW Muslimat NU Jateng) serta Ketua PC Muslimat NU Kudus, Hj Chumaidah Chamim SPdI. Sedangkan acara dibuka Bupati Jepara, KH Ahmad Marzuki SE yang hadir bersama istrinya, Chuzaenah Marzuki.

Musik Tradisional


TRADISIONAL: Musik tradisional mengiringi lomba paduan suara PC Muslimat NU se-eks karesidenan Pati di Pendopo Kabupaten Jepara. | Foto: PCMNU Kudus

Lomba ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati Harlah ke-72 Muslimat NU. Pemenang akan tampil mengisi acara dalam peringatan Harlah tingkat wilayah di Pekalongan, 12 Desember mendatang, mewakili Korda eks-Karesidenan Pati.

Keunikan lomba kali ini, peserta menyanyikan lagu-lagu yang menjadi kebangggan serta identitas Muslimat NU tersebut dengan iringan alat musik tradisional seperti rebana, angklung dan gamelan.

(Baca: Muslimat NU Kudus Santuni 500 Yatama dan 250 Lansia)

Sementara dalam sambutannya, Bupati Marzuki menyatakan sangat bangga Jepara menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba. Menurutnya, lomba tidak hanya mencari pemenang tapi untuk menguatkan akidah dari berbagai ancaman.

Marzuki merasa bahwa lagu Subbanul Wathon perlu dilestarikan, terutama untuk menggelorakan semangat kaum muda agar tidak terbawa hal-hal yang negatif. “Lomba ini adalah salah satu cara kita hangrukebi, hangayomi dan handarbeni Muslimat NU,” katanya.• primi

Baca juga

Ketua Laskar Anti Narkoba se-Kota Malang Dibekali UU Narkotika

MNU Online | MALANG – Tak hanya digembleng lewat berbagai pelatihan teknis, para ketua Laskar …

Watch Dragon ball super