Presiden: Jakarta Kembali ‘Sejuk’ Berkat Kehadiran Ibu-ibu Muslimat NU

  PEMBUKAAN KONGRES: Presiden Joko Widodo membuka Kongres ke-17 Muslimat NU yang ditandai dengan penabuhan rebana. | Foto: MNU Online

PEMBUKAAN KONGRES: Presiden Joko Widodo membuka Kongres ke-17 Muslimat NU yang ditandai dengan penabuhan rebana. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Inilah bukti betapa sayangnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Khofifah Indar Parawansa dan Muslimat NU. Hanya dalam tempo delapan bulan, orang nomor satu di negeri ini dua kali membuka acara Muslimat NU.

Maret lalu, presiden membuka puncak Harlah ke-70 Muslimat NU di Stadion Gajayana, Kota Malang. Kamis (24/11) hari ini, kembali hadir untuk membuka Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

(Baca: Ketua PWNU Jabar Restui Khofifah Pimpin Muslimat NU Lagi)

Dalam sambutannya, presiden menyampaikan saat ini suhu Jakarta sedang ‘hangat’ — terkait kontestasi Pilkada DKI hingga pasca demo 4 November. Namun kehadiran ibu-ibu Muslimat NU membuat ibukota negara menjadi sejuk.

“Banyak orang menyampaikan sekarang ini Jakarta sedang ‘panas’. Sebetulnya tidak panas hanya hangat. Apalagi sekarang ibu-ibu Muslimat NU hadir di Jakarta, semuanya menjadi sejuk, menjadi dingin kembali, alhamdulillah,” katanya.

Presiden mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat ibukota. Dia mengingatkan bahwa Indonesia bangsa majemuk, terdiri dari 34 provinsi, 646 bahasa lokal dan 1.128 suku.

“Beragam sekali bangsa kita ini. Satu suku saja bisa berkelahi, bisa perang, sedangkan kita ini ada 1.128 suku. Inilah yang perlu saya ingatkan. Kita jaga, kita rawat bersama,” pintanya.

 JAGA IBUKOTA NEGARA: Presiden Joko Widodo meminta agar semua pihak menjaga dan merawat ibukota negara. | Foto: MNU Online

JAGA IBUKOTA NEGARA: Presiden Joko Widodo meminta agar semua pihak menjaga dan merawat ibukota negara. | Foto: MNU Online

Karena itu presiden bersyukur ibu-ibu Muslimat NU yang hadir di kongres ini datang dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia.

“Tadi juga disampaikan Bu Khofifah, Muslimat NU tak lagi gaptek. Tapi hati-hati dalam menggunakan media sosial. Saya lihat dalam dua-tiga minggu belakangan ini yang ada di medsos isinya saling menghujat, mengejek, menjelekkan, memaki, fitnah dan adu domba,” paparnya.

(Baca: Penguatan di Bawah, Muslimat NU Siapkan Desa dan Madrasah Aswaja)

Sebelumnya, pembukaan kongres didahului laporan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa dan taushiyah Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirodj.

Turut hadir dalam pembukaan sejumlah menteri Kabinet Kerja di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Muzadi, tokoh partai politik serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. • nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super