Home » WARTA »


Produk Berlabel Halal Harus Dilengkapi Komposisi Bahan


kip__okeJAKARTA-
Spesifikasi kandungan produk yang diberi label halal di Indonesia masih diragukan. Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawangsa mengaku lebih pilih produk kosmetik impor dibandingkan kosmetik dalam negeri.

Apa alasan Khofifah memilih kosmetik luar negeri? Menurutnya, label halal produk dalam negeri masih belum jelas, karena komposisi kandungan produk tidak dijelaskan secara spesifik di dalam produk.

“Saya pakai kosmetik klinik dari luar karena itu komposisinya jelas sehingga sudah pasti halalnya dan produk yang saya pakai tidak menggunakan unsur hewani, jadi aman,” cetus Khofifah usai acara sosialisasi Konsumen Cerdas di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/12/2012).


Khofifah mengaku, dirinya juga tidak berani menggunakan sepatu buatan dalam negeri yang menggunakan bahan dari kulit. Itu karena lagi-lagi Indonesia belum memiliki standar ketelitian soal kehalalan produknya.

“Sama saja, sepatu kulit buatan dalam negeri juga belum jelas kehalalannya. Berbeda dengan di Malaysia dan Singapura yang ada spesifikasi label,” ujarnya.
Khofifah menyatakan, dirinya meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memberikan perlindungan kepada konsumen terkait barang yang mereka konsumsi.

“Kalau bisa Kemendag disinergikan dengan MUI dan BPOM akan lebih baik. Semakin tinggi angka per kapitanya maka semakin pilih-pilih masyarakat terhadap makanan yang dikonsumsi,” ungkap Khofifah.

Menurutnya, BPOM harus bekerja keras dalam memilih konten-konten yang terdapat di dalam makanan. “Banyak ingredient (komposisi) dalam makanan yang tidak dikenal. Sertifikasi halal perlu sekali, ini harus berseiring. Kalau ikhtiar Kemendag bersinergi maka akan ada proses akselerasi secara komprehensif,” kata Khofifah.

Tak hanya itu, dia berpendapat, mengedukasi konsumen secara sehat tidak hanya pada jenis makanan yang dikonsumsi tapi untuk memilih dan tahu makanan yang dikonsumsi tersebut halal.

“Sejauh ini, saya kelilingi plaza yang ada di Jakarta, belum ada ketelitian. Tugas Kemendag untuk mengedukasi masyarakat soal ketelitian pemilihan barang yang dikonsumsi,” ujarnya.

Khofifah mencontohkan, di Singapura saja mereka sudah membuat klasifikasi jenis-jenis produk mana yang halal dan tidak. “Misalkan itu dari kulit apa, jadi konsumen tahu. Di Malaysia juga begitu memberi kualifikasi itu, di sana ditulis jadi jelas. Kita belum memberikan perlindungan konsumen secara baik. Nantinya pemda sama pemprov harus mengikuti ikhtiar yang dikomandani Kemendag,” cetusnya.dt/mil

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super