Seminar Parenting Skill PCMNU Tegal

Psikolog: Anak Harus Dididik, Bukan Dihardik


PARENTING SKILL: PC Muslimat NU Kabupaten Tegal menggelar seminar parenting skill dalam rangka Harlah ke-71 Muslimat NU. | Foto: PCMNU Tegal

MNU Online | TEGAL – Anak-anak lebih banyak mengambil pelajaran dari pikiran, sikap dan perilaku orang tua daripada kata-katanya. Untuk itu, saat tumbuh kembang anak jangan terus menerus dihardik, tetapi dididik dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

Demikian disampaikan psikologi asal Kabupaten Brebes, Rachmawati saat menyampaikan materi Seminar Parenting Skill PC Muslimat NU Kabupaten Tegal dalam rangka Harlah ke-71 Muslimat NU di Gedung PC Muslimat NU setempat, Sabtu (8/4).

Rachmawati menuturkan, kalau anak kita ingin menjadi santun, maka orang tua perlu memberi contoh berbicara santun dengan orang lain. “Biasakan orang tua berbicara dan bersikap santun dengan lain, karena dalam tahapan tumbuh kembang anak ada proses imitasi atau meniru,” paparnya.

(Baca: Bersama Muslimat NU, Bupati Brebes Ajak Perangi Narkoba-Pornografi)

Contoh kecil, lanjutnya, ucapkan terima kasih pada polisi yang telah menyeberangkan jalan. Berterima kasih kepada anak kita yang mau antre, meletakan handuk, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, merapikan meja belajarnya dan hal-hal positif lainnya dengan ditanggapi secara positif.

“Menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengenalkan rasa hormat dan menghargai orang lain pada hal-hal yang sederhana sekalipun,” tandasnya.

Pun ketika anak kita sudah ‘terlanjur’ terperosok ke jurang kemaksiatan seperti terjerembab ke narkoba dan pornografi, maka sikap kita, janganlah ikut-ikutan menghardik tapi rangkulah dan kasih sayangilah dengan sepenuh hati. “Orang tua harus ridha dengan memaafkan dan berdialog, merangkulnya dan melupakan kesalahannya,” katanya.

Tumbuh Kembang Anak
Sementara Ketua Panitia Harlah ke-71 Muslimat NU Kabupaten Tegal, Dra Hj Nur Khasanah MSi menjelaskan, digelarnya seminar parenting skill karena keluarga merupakan tempat utama bagi tumbuh kembang anak.

“Orang tua pasti akan dimintai pertanggungjawaban tentang anak-anaknya di hadapan Allah Swt, kelak. Maka Muslimat NU memandang penting diselenggarakannya seminar ini,” ujarnya.

Tak hanya seminar, Harlah juga diisi dengan kegiatan sosialisasi HIV/Aids dan pemulasaran ODHA, pelatihan dan lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Muslimat NU, hymne Muslimat NU dan subhanul wathon.

(Baca: Gerakan Tanam Sayuran di Pekarangan, Muslimat NU DIY-BPTP Teken MoU)

Selain itu ada juga lomba mewarnai logo NU oleh anak-anak PAUD, pembayaran tanah 200 meter persegi seharga Rp 400 juta, resepsi Harlah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Tokita Srikandi pada 29 Maret lalu.

Untuk lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Muslimat NU, hymne Muslimat NU dan subhanul wathon juara sampai harapan tiga  secara berurutan diraih PAC Bumijawa, Bojong, Dukuhwaru, Balapulang, Talang dan Jejeg.• wasdiun

Baca juga

PERINGATAN HARLAH: Puncak peringatan Harlah ke-72 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Gunungkidul, Minggu (18/3). | Foto: MNU Online

Muslimat NU Gunungkidul Peringati Harlah dengan Penguatan Aswaja

MNU Online | GUNUNGKIDUL – Dua kegiatan, penguatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan pengajian akbar, …

Watch Dragon ball super