Rakerwil Muslimat NU Jatim Rekomendasikan Gerakan “Matikan Televisi 18-21”

muswil__pw-jatim

LINDUNGI KELUARGA: Rakerwil Muslimat NU Jatim, banyak program tak mendidik di televisi saat prime time. | Foto: MNU Online

MNU Online | SIDOARJO – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur melahirkan sejumlah rekomendasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Utami, Sidoarjo, 22-23 Mei 2016.

Salah satunya mengusulkan pada Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU agar menginstruksikan “Gerakan Matikan Televisi 18-21” alias tidak menonton televisi mulai pukul 18.00 sampai dengan 21.00 WIB.

Rekomendasi tersebut diputuskan mengingat banyak program tidak mendidik serta sangat tidak layak tonton, justru ditayangkan stasiun televisi di prime time dengan alasan rating. Selain itu, masih banyak muatan kekerasan, sadisme atau hal tak mendidik lainnya.

Memang, ada imbauan terpampang pada layar saat acara berlangsung, misalnya kalimat ‘adegan ini tidak untuk ditiru’. “Tapi, kenyataannya, hal itu justru menjadi role model bagi masyarakat. Malah jadi inspirasi untuk melakukan hal yang sama,” kata Dwi Astutik, sekretaris sidang Komisi Rekomendasi Rakerwil Muslimat NU Jawa Timur.

Dari sisi bisnis, tarif iklan pada rentang waktu pukul 18.00 hingga 21.00 memang mahal karena banyak ditonton. Dengan alasan bisnis itulah, para pemilik dan pengelola stasiun televisi seolah tidak peduli dengan kualitas tayangan.

“Kalau ada gerakan matikan televisi pada jam tersebut yang dilakukan secara masif oleh Muslimat NU, akan membuat mereka (pengelola stasiun televisi) benar-benar serius memilih program yang layak tonton pada prime time tersebut,” tambahnya. ♦ dwa

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super