Rapat Pimpinan Nasional

Rapimnas Muslimat NU Dibuka Ketua PBNU, Dimeriahkan Acil Bimbo


PEMBUKAAN RAPIMNAS: Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani membuka Rapimnas didampingi Ketum PPMNU Hj KHofifah IP dan Wakil Ketua Panitia Penyelenggara, Hj Tuty Nurbaity. | Foto: MNU Online

MNU Online | BOGOR – Diiringi penabuhan rebana, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3), dibuka Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani.

Pembukaan berlangsung kian meriah dengan kehadiran Acil Bimbo, yang menghibur peserta Rapimnas lewat tembang-tembang lawas populer di antaranya Adinda dan Sajadah Panjang. Acil bahkan tampil dua sesi.

Dalam sambutannya, Kiai Manan menegaskan bahwa kaum perempuan memiliki peran penting sekaligus utama dalam pembangunan bangsa. “Al-ummu madrasatul ula, ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya,” katanya.

“Karena itu dalam pembangunan bangsa, sesungguhnya peran utamanya adalah ibu-ibu. Almar’atu ‘imadul bilad, perempuan itu soko guru-nya bangsa. Jadi tema Rapimnas ini (Satukan Langkah Membangun Negeri Menjaga NKRI) memang sudah seharusnya, karena begitu kata Rasulullah Saw.”

(Baca: Bangun Kesadaran Bersosial Media, Rapimnas Hadirkan Gus Ipang)

Selain itu, PBNU juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Muslimat NU atas peran hebatnya selama ini.

Prestasi itu, katanya, perlu dijaga dengan penguatan struktur sampai tingkat ranting. “Tanpa ada peguatan struktur, taqwiyatul jamiyah, maka organisasi akan menjadi lemah,” katanya.

Penguatan tak hanya dari dalam, bahkan bisa disinergikan dengan lembaga lain di luar Muslimat NU, seperti takmir masjid lewat program di antaranya pengajian Muslimat NU berbasis masjid.

Kedua, terkait pelayanan. “Tadi sudah banyak program yang disampaikan Bu Khofifah. Layanan ini harus disesuaikan dengan keinginan jamaah Muslimat NU,” tambahnya.

Tampil Dua Sesi


CINDERA MATA BUKU: Acil Bimbo mendapat cindera mata berupa buku 70 Tahun Muslimat NU dari Ketum Khofifah IP. | Foto: MNU Online

Sementara kehadiran Acil tidak hanya mengisi acara, tetapi terlibat dalam mendukung program-program Muslimat NU untuk merajut kembali sosial spiritual.

Di sela penampilannya, Acil menyampaikan kekhawatirannya akan kondisi bangsa saat ini. Dia mencontohkan korupsi yang masih merajalela sehingga menghabiskan uang negara triliunan rupiah.

“Peran Muslimat NU harus besar dan ada di jajaran terbesar. Sebab, di masyarakat umum masih jarang dibicarakan tentang potensi kaum perempuan,” katanya.

(Baca: Rapimnas Diawali dengan Malam Ta’aruf dan Qiyamul Lail)

Padahal, peran perempuan penting dalam membangun silaturahmi yang dibutuhkan bangsa. Kehangatan silaturahmi internal dengan membangun kemitraan dengan organisasi manapun akan menjadi kekuatan baru.

Acil juga mengajak mensyukuri kekayaan alam yang luar biasa, terbentang mulai dari Aceh sampai Papua, yang jarang dimiliki negara lain.

“Potensi alam dan sumberdaya kita sangat besar, tetapi kita mengelolanya sambil ‘bercanda’. Kalau mau bersungguh-sungguh, Indonesia akan berkibar di kancah dunia,” katanya.• nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super