Workshop Pendidikan Usia Dini

Rasul Ajarkan Model Pembelajaran Sesuai Zaman Anak Didik


PESERTA WORKSHOP: Para ketua PC mengikuti workshop. Tampak Ketua PC Kabupaten Pasuruan, Dra Hj Aida Fitriati MPd.I (kiri). | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Zaman berubah. Begitu pula dengan model pembelajaran lembaga formal yang seharusnya ikut berubah: mengikuti zaman anak didik.

Terlebih hal itu sudah diingatkan Rasulullah Muhammad Saw sejak 14 abad silam. Dalam haditsnya: Allimu auladakum fainnahum makhliquna lizamanin ghairi zamanikum (Didiklah/ajarilah anak-anakmu karena mereka diciptakan untuk zamannya di masa depan bukan untuk zamanmu sekarang).

“Hadits ini memacu dan memicu kita untuk mempersiapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman,” kata Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi dalam workshop Penguatan Layanan Pendidikan Usia Dini di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (7/1).

(Baca: Penutupan Diwarnai MoU Pengelolaan Iuran Anggota dengan Bank Jatim)

“Kalau saya lahir di zaman televisi, ibu-ibu muda di era komputer, anak-anak kita sekarang lahir di zaman gadget di era IT. Tentu harus disesuaikan pembelajaran dan pendidikannya sesuai zaman yang mereka hadapi dan alamai,” urainya.

Hal ini, tuturnya, menjadi modal yang harus kita ingat bahwa pesan Rasulullah Saw sungguh luar biasa.

“Beliau katakan ini 14 abad yang lalu, tapi beliau mensinyalir manusia nanti, anak-anak nanti akan hidup di zaman yang berbeda dengan zaman kita sekalian,” katanya.

Karena itu, para pengelola PAUD dituntut untuk melakukan inovasi, pembaruan serta meningkatkan kulitas layanan agar anak-anak menjadi manusia tangguh dan unggul di zaman masing-masing.

Tiga Pesan Al Qur’an


BERJUANG LEWAT MUSLIMAT: Ibu-ibu rela meninggalkan kepentingan pribadi dan keluarga demi ridha Allah lewat perjuangan di Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Selain itu, Nyai Masruroh mengajak dan mengingatkan kembali para ketua pimpinan cabang (PC), kepala sekola, guru serta pengelola PAUD agar pendidikan yang diberikan untuk anak-anak —  baik dalam kurikulum maupun model pembelajaran — agar tak keluar dari tiga hal yang tertuang dalam Al Qur’an Surat Ali Imron Ayat 164.

Laqod manna Allahu ‘alalmukminina ith ba’asa fihim rosulan min anfusihim yatlu ‘alaihim ayatihi wa yuzakkihim wa yu’allimuhumul kitaba wa khikmata wa inkanu min qablu lafi dolalim mubin.”

(Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al Qur’an) dan Hikmah (As Sunnah). Sesungguhnya sebelum itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.)

“Dari tiga ini dapat kita tarik benang merah, bahwa pendidikan yang kita lakukan seharusnya ada tiga inti dari tiga hal tersebut,” tegasnya.• nur

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super