RATTB 2015 Inkopan, Khofifah Ajak Pedagang Muslimat NU Bangkit

inkopan-1

JUJUR & PROFESIONAL: Dalam bisnis selain ikhlas dan jujur, profesional tak kalah penting. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Selama dua hari, 25-26 Mei 2016, Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU menggelar Rapat Anggota Tutup Tahun Buku (RATTB) 2015 di Hotel Bintang, Jakarta.

RATTB yang dibuka Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa itu diikuti para delegasi dari sembilan Pusat Koperasi An-Nisa (Puskopan), yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Selama dua hari tersebut, mereka berdiskusi, mendengarkan laporan pertanggungjawaban Inkopan serta saling berbagi pengembangan usaha antara Inkopan dan Puskopan sebagai lembaga di bawahnya. Lewat tema “Penguatan Kelembagaan dan Pelayanan Koperasi dalam Mencapai Kesejahteraan Anggota”, Inkopan bertekad meningkatkan mutu layanan.

Dalam arahannya, Khofifah mengajak seluruh anggota Inkopan meningkatkan dan menyiapkan SDM koperasi untuk menjadi lebih baik. “Bahwa membangun koperasi merupakan wujud membangun Nahdlatut Tujjar,” katanya.

‘Hukum’ berbisnis, lanjut Khofifah, selain ikhlas dan jujur, profesional menjadi hal yang tak kalah penting. “RATTB Inkopan harapannya dapat mendorong untuk dapat meningkatkan profesionalitas, melihat pasar dan menangkap peluang di depan,” pintanya.

inkopan-2

SEMANGAT NAHDLATUT TUJJAR: Dengan semangat Nahdlatut Tujjar, Ketum Khofifah ajak pedagang Muslimat NU bangkit. | Foto: MNU Online

Menteri Sosial (Mensos) RI itu juga mengajak semua penggerak koperasi bangun, melihat era kompetisi dan open partnership agreement. Karena itu terus meningkatkan kualitas produk, kuantitas dan kontiyuitas menjadi keharusan untuk menjawab permintaan pasar.

“Bangkitlah para pedagang NU! Bangkitlah pedagang Muslimat NU! Mari menatap masa depan, membangun kerangka ke depan dengan lebih detail dan terukur,” ajaknya penuh semangat.

Sementara Ketua Inkopan, Anna Mu’awanah mengatakan, saat ini Indonesia memiliki koperasi sekitar 209 ribu dan baru memberi kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) 1,7 persen. Sebaliknya, negara-negara kapitalis seperti AS, Jepang dan Singapura, jumlah koperasinya hanya 100-300 unit tapi mampu menyumbang PDB hingga 6,7 persen.

Karena itu, dia berharap lewat RATTB kali ini koperasi di lingkungan Muslimat NU dapat mengembangkan kualitas dari berbagai segi. Mulai sumber daya manusia, manajemen, permodalan, pembinaan hingga pengawasan. ♦ fmi

Baca juga

MUSLIMAT NU-SABYAN GAMBUS: Khofifah (kiri) dan Nissa Sabyan, sore ini luncurkan lomba shalawat online. | Foto: MNU Online/IST

Bersama Sabyan Gambus, Muslimat NU Gelar Lomba Shalawat Online

MNU Online | SURABAYA – Minggu (4/11) sore ini, Muslimat NU meluncurkan lomba shalawat online …

Watch Dragon ball super