Home » WARTA »


Ribuan Peserta Rakernas Padati Asrama Haji Pondok Gede

edit2

MNU Online | JAKARTA Para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat NU mulai berdatangan dan memadati area Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (27/5/2014). Data Panitia Rakernas Muslimat NU mengungkapkan, jumlah peserta 1.135 kader, yang terdiri dari 125 Pimpinan Pusat Muslimat NU, 165 Pimpinan Wilayah Muslimat NU se-Indonesia, 660 Pimpinan Perangkat dan Yayasan di Lingkungan Muslimat NU, 100 Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Indonesia, 60 Panitia Daerah dan 25 peserta peninjau.

“Muslimat NU telah berkembang di 33 Propinsi dengan 554 Cabang di tingkat Kabupaten/Kota dan 5.222 Anak Cabang serta 36 ribu Pengurus Ranting yang bergerak di seluruh Kecamatan dan Kelurahan/Desa di Nusantara, dan anggota aktif sebanyak 22 Juta kader. Yang diundang dalam Rakernas ini hanya para Pimpinan Cabang dan Wilayah beserta perangkatnya,” papar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Perangkat Muslimat NU menurut Khofifah bediri dan bergerak di wilayah,  cabang dan ranting secara terkoordinir. Saat ini, puluhan ribu perangkat Muslimat NU berada dalam koordinasi lima yayasan, yakni: Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU yang mengelola 108 klinik,rumah bersalin dan rumah sakit, 104 panti asuhan, 10 asrama dan pesantren putri, serta 10 panti jompo.

Kemudian Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU yang mengkoordinir 9.986 TK dan Raudhatul Athfal, 14.350 Taman Pendidikan Al-Qur’an, 4.622 PAUD, 1.571 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 10 Balai Latihan Kerja (BLK). Ditambah lagi Yayasan Haji Muslimat (YHM) NU mengelola 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Selanjutnya  Yayasan Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim Muslimat (Hidmat) NU yang membina 59.650 Majelis Taklim, dan Induk Koperasi Muslimat NU (Inkopan) yang membina 144 koperasi primer berbadan hukum,sembilan koperasi sekunder dan 355 tempat pelayanan koperasi (TPAK).

“Sebagai organisasi sosial, keagamaan dan kemasyarakatan yang merupakan badan otonom (Banom) NU, Muslimat  tak hanya bergerak dalam kegiatan yang bersifat pelayanan, tetapi juga concern dalam program advokasi dan penguatan civil society serta mengupayakan berbagai alternatif solusi dari perkembangan dinamika pluralisme dan religiusitas masyarakat baik di level internasional, nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ujar Khofifah. ♦ mil/amm 

Baca juga

KAJIAN KEISLAMAN: Hidmat MNU menggelar tahlil dan mudzakaroh dengan tema TPPO di Kantor Baru PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, Minggu (14/1) malam. | Foto: MNU Online

Hidmat MNU Kaji TPPO dari Sudut Pandang Islam

MNU Online | JAKARTA – Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi perhatian serius Himpunan …

Watch Dragon ball super