Amaliyah Ramadhan

Selama Dua Jam, Warga Muslimat NU Depok Digembleng Ilmu Falak


PELATIHAN ILMU FALAK: PC Muslimat NU Kota Depok menggelar Pelatihan Ilmu Falak di Sekretariat Perumahan Depok Mulya II, Sabtu (17/6) pagi.| Foto: PCMNU Depok

MNU Online | DEPOK – Saat magrib atau matahari terbenam pada 29 Ramadhan 1438 H/24 Juli 2017 tinggi hilal diperkirakan 4 derajat 3 menit 45 detik. Dengan demikian 1 Syawal 1438 H akan jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017.

Demikian kesimpulan dari Pelatihan Ilmu Falak yang diselenggarakan PC Muslimat NU Kota Depok di Sekretariat Perumahan Depok Mulya II, Sabtu (17/6) pagi.

Kegiatan diikuti 20 anggota Muslimat NU Kota Depok dengan durasi waktu belajar selama dua jam. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yakni Dr Muhammad Yusuf Hidayat MA dari Ponpes At-Tibyan yang juga pengampu ilmu falak.

(Baca: Muslimat NU Depok Launching Ngaji via Aplikasi Messenger)

“Ilmu falak ini dulu hanya diketahui oleh kiai dan pesantren. Yang punya cuma orang Islam, di NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) tidak ada,” katanya.

Menurut Muhammad Yusuf, satu-satunya kiai Indonesia yang terkenal sebagai penemu metode hisab yakni Syeikh Abu Hamdan Abdul Jalil bin Abdul Hamid Qudus dari Kota Kudus.

Ilmu Syeikh Abu Hamdan kemudian dituangkan dalam kitab Fath al Rauf al Manan, bahkan menjadi acuan Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI dalam menentukan awal Ramadhan dan Syawal sejak 1972 hingga sekarang.

Menghitung Awal Bulan


DUA METODE: Peserta diajarkan cara menghitung awal bulan Qomariyah dengan metode hisab serta rukyat. | Foto: PCMNU Depok

Dalam kursus tersebut para peserta diajarkan cara menghitung awal bulan Qomariyah dengan metode hisab, yakni mengacu pada perhitungan siklus peredaran bulan mengelilingi matahari. Serta metode rukyat yakni melihat hilal melalui penglihatan secara fisik.

Diberikan pula software “Aplikasi Falak Hisab dan Rukyat” dalam bentuk CD untuk kemudahan dan kecepatan menghitung.

Kegiatan ini dilaksanakan agar peserta bisa menghitung kapan tepatnya Ramadhan dan Syawal tiba. “Selama ini kita tahunya yang mateng-mateng saja pengumunan Ramadhan dan Syawal dari Kementerian Agama,” ujar Ketua PC Muslimat NU Depok, Hj Dewi Syarifah.

(Baca: Lewat Metode Fantastis, Menghafal Al Qur’an Jauh Lebih Mudah)

“Maka ketika PCNU Depok punya program sosialisasi ilmu falak, kita mengajukan diri untuk bisa dilatih ilmu ini. Kita menjadi tahu hisab itu apa dan rukyat itu apa. Muslimat NU tidak boleh keder.”

Keuntungan lain dari belajar ilmu falak hisab dan rukyat, tambah Dewi, agar kita dapat menelusur penanggalan hijriyah terdahulu.

“Seperti tanggal lahir kita dalam penanggalan Qomariyah yang sejak awal belum sempat tercatat, serta dapat pula menghitung kalender hijriyah hingga 400 tahun ke depan,” tuntasnya.• hnh

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super