Home » WARTA »


Sibuk Memimpin Muslimat, Khofifah Belum Mau Terjun Lagi ke Politik

kip_1-1JAKARTA-Diberitakan sempat “dirayu” kembali terjun ke politik oleh sejumlah partai, Khofifah Indar Parawansa mengaku belum mau sibuk mengurusi masalah politik di Tanah Air.

“Wah…, saat ini saya masih sibuk kelilling (urusan Muslimat),” katanya sambil tertawa, ketika berbincang di sela acara Perkenalan Finalis “Pildacil” (Pemilihan Dai Cilik) di studio stasiun televisi ANTV, belum lama ini. Khofifah terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai salah seorang pengasuh selama masa karantina para finalis.

Ia mengakui dirinya sibuk dalam kegiatan pembinaan generasi muda, terutama kaum perempuan agar bisa tumbuh mandiri dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Kerjaan saya sekarang ini keliling-keliling,” kata Khofifah yang beberapa waktu lalu terpilih sebagai Presiden Koperasi Asia Pasifik sampai 2012.


Selain itu, seperti diketahui, sejumlah partai politik, seperti Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat menawarinya posisi strategis. Golkar mengajaknya mengisi posisi salah satu Ketua, sedangkan PPP sempat menawarinya di jajaran elit PPP. Sejumlah sumber menyebutkan, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Gus Dur ini digadang-gadang mengisi posisi Wakil Ketua Umum PPP. Namun, ia lebih memilih memimpin Muslimat NU.

Pada kongres Muslimat NU di Bandar Lampung, 13-18 Juli lalu, ia terpilih Ketua Umum Muslimat untuk periode ketiga secara aklamasi. Berbicara tentang keterlibatannya dalam Pildacil, Khofifah menyebut program tersebut sebagai sangat baik dalam mendukung upaya pemerintah membangun karakter bangsa demi terciptanya Indonesia yang lebih maju dan beradab.

Pildacil, menurut dia, bisa menjadi pendidikan karakter anak-anak sejak dini, terutama untuk mengenal nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Khofifah menyatakan, Kementerian Pendidikan Nasional sampai saat ini belum menemukan format pendidikan untuk membangun karakter bangsa, membangun mansyarakat Indonesia yang pro-kesetiakawanan, pro-kebersamaan, dan pro-kebangsaan.

“Dimana-mana terjadi konflik. Itu sebenarnya tidak akan terjadi apabila nilai-nilai luhur sudah ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Karena itu, Pildacil aku nilai merupakan sebuah ajang yang sangat baik,” ujarnya. “Dalam karantina mereka semua diajarkan mengenai nilai-nilai kebersamaan. Anak-anak ini (para finalis) berasal dari berbagai kalangan. Ada anak ‘borju (hartawan) loh, dia itu menikmati sekali rasa kebersamaan yang belum pernah dialaminya. Dia ikut mencuci piring setelah makan, bahkan piring temannya,” katanya.nuo/mil

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super