Sibuk Tugas Negara Tak Kurangi Silaturahim Khofifah ke Pelosok Daerah

 MERASA DIPERHATIKAN: Dra Hj Isriyah, PW dan 14 PC Kalbar minta Khofifah IP kembali pimpin Muslimat NU | Foto: MNU Online

MERASA DIPERHATIKAN: Dra Hj Isriyah, PW dan 14 PC Kalbar minta Khofifah IP kembali pimpin Muslimat NU | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Tak semua pemimpin ringan kaki menyapa anggotanya hingga akar rumput (grassroot). Tapi Khofifah Indar Parawansa memang beda. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas negara sebagai menteri, dia selalu menyempatkan diri datang dan bersilaturahim dengan warga Muslimat NU, bahkan di pelosok daerah di luar Jawa sekalipun.

Hal itu dirasakan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Kalimantan Barat (Kalbar), Dra Hj Isriyah. “Selain Bu Khofifah, kami melihat belum ada figur yang berani dan ikhlas turun ke daerah-daerah sampai ke akar rumput. Terutama kami yang di Kalbar merasa sangat diperhatian oleh beliau,” katanya.

“Meski sudah menjabat menteri sekalipun, alhamdulillah selama ini kalau turun ke daerah tetap mengutamakan ketemu anggota Muslimat NU. Di tengah waktu beliau yang terbatas, beliau tetap mengontak anggotanya untuk bertemu, termasuk kami di Kalbar.”

(Baca: Tinggalkan Cara Manual, Pendaftaran Peserta Kongres Gunakan Sistem Online)

Tak sekadar memperhatikan warganya di bawah, secara kepemimpinan Khofifah juga dinilai gesit yang membuat program dari pusat berjalan maksimal hingga daerah. “Ini yang membuat kami di daerah semakin kompak,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Isriyah, PW dan 14 Pimpinan Cabang (PC) se-Kalimantan Barat satu suara meminta Khofifah untuk kembali memimpin Muslimat NU di Kongres ke-17 nanti. “Kami sudah ketemu dengan seluruh cabang dan konsisten mengusung Bu Khofifah,” tandasnya.

(Baca: PWMNU Riau: ‘Ruh’ Khofifah Tak Bisa Lepas dari Warga Muslimat NU)

Di Kongres nanti, kata Isriyah, PW juga akan mengusung problem umat kekinian, terutama terkait bahaya narkoba. Selain itu fenomena anak-anak punk yang masih ngetrend di Kalbar juga butuh penyelesaian. Jika hal ini tak segera ditanggulangi, Isriyah khawatir bakal mempengaruhi anak-anak lain dan lingkungan pergaulan.

“Satu hal lagi terkait ekonomi kerakyatan juga akan kita usung di Kongres nanti. Bagaimana caranya ibu-ibu Muslimat NU bisa memiliki life skill, keterampilan memadai yang bisa dimanfaatkan untuk keluarganya,” katanya. • nur

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super