Sinergi dengan Muslimat NU Lawan Narkoba, GP Ansor Deklarasi “Baanar”

????????????????????????????????????

BANAAR: Deklarasi Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) di Ponpes Mabaul Ulum Tangsil Wetan, Wonosari, Bondowoso. | Foto: MNU Online

MNU Online | BONDOWOSO – Gerakan rakyat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba kian masif dilakukan. Setelah Muslimat NU lewat Laskar Anti Narkoba yang sudah keliling hingga tingkat ke ranting, kali ini Banom NU lainnya, GP Ansor mendeklarasikan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) di Ponpes Mambaul Ulum Tangsil Wetan, Wonosari, Bondowoso, Sabtu (27/8).

Deklarasi dihadiri Pembina Baanar yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa,  Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Wakil Ketum PP GP Ansor Aam Khoirul Amri, Kepala Nasional Baanar Iddy Muzayyad, Muspika dan Muspida serta  pengurus NU Bondowoso.

Khofifah menuturkan, gerakan memerangi narkoba harus makin masif, strategis, sistemik dan terukur dilakukan. “Kalau semua masyarakat melakukan gerakan say no to drugs maka insyaallah akan ada efektifitas,” katanya usai deklarasi.

“Kalau semua masyarakat melakukan gerakan say no to drugs maka insyaallah akan ada efektifitas.”

Apalagi, lanjut Khofifah, uang rakyat yang dibelanjakan untuk barang haram tersebut terus meningkat. Merujuk data Badan Narkotika Nasional (BNN), jika tahun lalu mencapai Rp 63 triliun maka data terbaru yang di-publish menembus Rp 72 triliun.

“Itu artinya ada peningkatan konsumsi masyarakat terhadap narkoba,” tandasnya.

Menurut Khofifah, narkoba ini sebuah industri yang menggiurkan bahkan semua lini disasar mulai personel TNI, Polri, jaksa, rektor hingga DPR. “Apa saja disasar karena memang pangsa pasarnya potensial untuk bisa meningkatkan nilai jual mereka,” katanya.

Karena itu, langkah preventif yakni menggencarkan di sisi hulu. “Kalau Ansor, kita semua, dimana-mana bergerak untuk say no to drugs sekaligus melakukan langkah konkret, rasanya kok mampu. Maka ini hulunya yang harus kita maksimalkan,” ujarnya.

Terkait deklarasi Baanar yang dilakukan di Jatim, Khofifah tak memungkiri kebetulan pengguna napza di Jatim cukup tinggi. “Tahun lalu nomor satu, tahun ini nomor dua. Untuk tahun ini nomor satu Jabar,” katanya. ♦ nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super