PW Muslimat NU Jatim

Sisir Jumlah Anggota, Siasati Lewat Pembayaran I’anah Syahriyah


CARA EFEKTIF: Nyai Hj Masruroh Wahid, siasati pendataan anggota lewat pembayaran iuran bulanan. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Berapa total jumlah anggota Muslimat NU? Hingga kini tak ada angka pasti, termasuk di masing-masing tingkatan karena belum update data yang valid. Jumlah yang berkembang lebih banyak asumsi dan perkiraan.

Nah, untuk menyisir jumlah anggota PW Muslimat NU Jawa Timur punya cara efektif dan patut ditiru, yakni lewat i’anah syahriyah atau iuran bulanan.

“Kalau nggak kita siasati dengan pembayaran pembayaran i’anah syahriyah akan sulit,” kata Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi, Jumat (6/1).

Iuran bulanan ini menjadi rangkaian acara bersama sosialisasi Kartamus (Kartu Anggota Muslimat NU) dalam Workshop Penguatan Layanan Pendidikan Usia Dini yang digelar untuk meningkatkan kompetensi guru TK, RA dan PAUD di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (7/1) dan Minggu (8/1).

“Kalau iuran nanti kan ada tingkat ranting, cabang, sehingga kita akan menemukan update data jumlah anggota Muslimat NU Jatim,” tambahnya.

(Baca: Sisir Jumlah Anggota, Siasati Lewat Pembayaran I’anah Syahriyah)

Dengan membayar iuran, lanjut Marsuroh, maka anggota otomatis terdaftar karena diberikan juga sosialisasi Kartamus. “Kita ingin pada periode ini ada data valid tentang jumlah anggota Muslimat NU se-Jatim. Biar nyata, bukan katanya-katanya.”

Agar pengelolaan iuran tertata secara profesional, PW juga akan meneken MoU dengan Bank Jatim.

“Kemarin-kemarin itu kan selalu iuran tapi tidak optimal karena pengelolaanya kurang profesional. Nah sekarang eranya kan perbankan dan keuangan digital, maka kita MoU dengan Bank Jatim,” ujarnya.

Apakah pola pengumpulan iuran anggota ini seperti yang dilakukan PC Muslimat NU Jombang lewat program Gerakan 1000 Rupiah?

“Sebetulnya kalau kita mengacu pada keputusan Kongres, di AD-ART itu iuran bukan Rp 1.000 tapi Rp 2.000. Di Jombang yang sudah berjalan Rp 1.000 . Ya nanti kalau bisa kita sesuaikan dengan AD-ART biar pas dengan aturan organisasi,” jelasnya.

Meski demikian, Masruroh menegaskan, PW tetap mengedepankan musyawarah dengan cabang-cabang kira-kira yang gampang seperti apa dan akan dikelola Bank Jatim.

“Setelah MoU diteken nanti kami inginkan Bank Jatim menindaklanjuti dan memberikan instruksi pada cabang-cabang Bank Jatim untuk melakukan kerjasama dengan cabang-cabang Muslimat NU,” jelasnya.• nur

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super