Sosialisasi Bahaya Narkoba, UIM-Muslimat NU Sulsel Gandeng Ribuan Pelajar

 SEMINAR NASIONAL: Saat ini Indonesia menjadi target utama jaringan internasional peredaran narkoba. | Foto: Istimewa

SEMINAR NASIONAL: Saat ini Indonesia menjadi target utama jaringan internasional peredaran narkoba. | Foto: Istimewa

MNU Online | MAKASSAR  – Untuk menghancurkan satu bangsa tak lagi dibutuhkan persenjataan canggih, cukup dengan menghancurkan generasi muda dan salah satunya lewat penyalahgunaan narkoba.

“Nah, saat ini Indonesia menjadi target utama jaringan internasional peredaran narkoba, bahkan menurut data BNN 40-50 orang meninggal tiap hari karena penyalahgunaan narkoba,” tutur Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) yang juga Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel), Majdah Agus Arifin Nu’mang.

Penuturan Majdah tersebut disampaikan saat Seminar Nasional Permasalahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba bertema “Narkoba Dikenali Untuk Dijauhi” di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Senin (7/11), hasil kerjasama UIM dengan Yayasan Sahabat Rekan Sebaya dan PW Muslimat NU Sulsel.

(Baca: Muslimat NU Sulawesi Tengah Sosialisasi Bahaya Narkoba di Tingkat Pengurus)

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Polda Sulsel, perwakilan Pangdam VII Wirabuana, perwakilan kepala BNN Sulsel, pengurus Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (YKP2N), Ketua Ikatan Guru Indonesia Sulawesi Selatan Edi Sutarto, para wakil rektor UIM, para dekan/direktur UIM, ratusan mahasiswa UIM serta ribuan pelajar dari Makassar, Gowa dan Maros.

Apalagi, lanjut Majdah, pada 2020 Indonesia diprediksi mengalami bonus demografi. “Pada tahun itu jumlah rakyat Indonesia mayoritas berumur produktif yakni 15-64 tahun sehingga ini harus kita lawan,” katanya.

 TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Melawan ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi tanggung jawab bersama. | Foto: Istimewa

TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Melawan ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi tanggung jawab bersama. | Foto: Istimewa

Sementara Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang diwakili Staf Ahli Pemprov Andi Hasdullah mengatakan, Pemprov sangat mendukung kegiatan seminar ini karena menjadi upaya atas penanggulangan bahaya laten narkoba.

Peredaran narkoba, lanjut Wagub, menjadikan generasi muda sebagai sasaran empuk, bahkan data saat ini ada 40 persen generasi muda telah positif memakai narkoba dari jumlah pecandu di Indonesia.

“Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melawan ancaman ini dan kegiatan ini membantu pemerintah dalam hal menanggulangi peredaran narkoba,” katanya.

(Baca: Tanggulangi Narkoba, Kapasitas Tokoh Agama Ditingkatkan Lewat Workshop)

Sedangkan Pendiri Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, dr Aisyah Dahlan Hussein sebagai pembawa materi seminar mengungkapkan tentang bahaya laten narkoba. Untuk mencegah penyalahgunaan, orang tua diminta memahami kondisi anak secara komprehensif.

“Sehingga dibutuhkan upaya pencegahan terlebih dahulu. Namun ketika semua orang mampu memahami kondisi psikologinya, insyaallah tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan,” paparnya.

“Penyalahgunaan narkoba tidak lagi melihat umur, sehingga bahaya Narkoba harus menjadi musuh seluruh komponen.”

Dalam kesempatan itu, ribuan pelajar disuguhi teatrikal penggunaan narkoba serta akibatnya dari mantan pengguna yang berhimpun dalam Yayasan Sahabat Rekan Sebaya.

Teatrikal ini bertujuan untuk memberikan pelajaran bagi seluruh pelajar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros terkait akibat penyalahgunaan narkoba. • andy m idris

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super