Layanan Kesehatan

Sosialisasi Deteksi Dini TB, Muslimat NU Magelang Hasilkan 7 Kesepakatan


DETEKSI DINI TB: Pembukaan sosialisasi deteksi dini tuberkulosis (TB) di kantor PC Muslimat NU Magelang, Sabtu (2/12). | Foto: PCMNU Magelang

MNU Online | MAGELANG – Tak sebatas memberikan pelayanan. Muslimat NU di seluruh tingkatan pimpinan juga terus menempa skill kadernya agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan maksimal dan profesional.

Terkait pelayanan kesehatan, misalnya, PC Muslimat NU Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar sosialisasi Deteksi Dini Tuberkulosis (TB) di kantor PC Muslimat NU Magelang, Sabtu (2/12).

Sosialisasi yang diikuti 336 peserta kader Muslimat NU tersebut berlangsung meriah, lancar dan sukses. Acara dibuka Bupati Magelang yang diwakili Sekdakab, Drs H Eko Triyono. Sementara narasumber yang dihadirkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Dinkes Magelang dan Balkesmas wilayah Magelang.

(Baca: Cegah Kanker Serviks, Muslimat NU Tuban Gandeng Dinkes dan BPJS)

TB merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global dan nasional. Berdasarkan laporan global TB report 2015 diketahui bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai beban TB terbesar di antara lima negara. Selain Indonesia yakni India, China, Nigeria dan Pakistan.

“Salah satu tujuan sosialisasi TB ini agar diperoleh dukungan kader Muslimat NU dalam peningkatan penemuan kasus TB berbasis masyarakat,” tutur Ketua PC Muslimat NU Magelang, Dra Hj Noer Istiqomah.

Adapun yang disasar yakni kegiatan di 16 kabupaten di Jateng, termasuk Magelang yang diikuti empat kecamatan, yaitu Mungkid, Mertoyudan, Muntilan dan Tegalrejo.

(Baca: Peduli Lansia, Muslimat NU Jember Sosialisasi Hidup Sehat di Usia Senja)

Sedangkan materi yang disampaikan terkait kebijakan program TB di Magelang, peran kader dalam penanggulangan TB, penemuan dan tata laksana pasien TB. Khusus materi peran kader dalam P2TB disampaikan ketua YKMNU Magelang.

Istiqomah menambahkan, untuk sementara baru empat kecamatan yang disasar. “Insyaallah 21 kecamatan yang ada di wilayah Magelang akan kami ajak bergerak bersama untuk menyukseskan sosialisasi deteksi dini TB ini, karena peningkatan kesehatan masyarakat juga menjadi program Muslimat NU,” katanya.

Hingga Anak Ranting


TUJUH KESEPAKATAN: Sosialisasi deteksi dini tuberkulosis (TB) PC Muslimat NU Magelang lahirkan tujuh kesepakatan. | Foto: PCMNU Magelang

Dalam sosialisasi ini juga dihasilkan tujuh kesepakatan yang perlu ditindaklanjuti. Pertama, kader memberikan sosialisasi tentang TB kepada masyarakat melalui forum-forum pertemuan rutin seperti selapanan, pengajian, PKK, Posyandu dan seterusnya.

Kedua, melakukan skrining pada anggota rumah dengan gejala utama batuk berdahak (tidak harus dua minggu). Dapat pula disertai dengan gejala lain seperti batuk bercampur darah, sesak napas dan nyeri dada, nafsu makan menurun, berkeringat di malam hari, demam, meriang berkepanjangan serta berat badan menurun

Ketiga, melakukan skrining TB kurang lebih 10 rumah di sekitar rumah penderita TB positif yang ada di wilayah tempat tinggal kader. Keempat, mencatat orang-orang yang terduga TB pada form yang disediakan.

(Baca: Sukses di Banten dan Kalsel, Diharapkan Berlanjut ke Provinsi Lain)

Kelima, melaporkan orang terduga TB kepada bidan desa setempat. Keenam, bidan desa merujuk/melaporkan terduga TB ke Puskesmas untuk ditindaklanjuti pemeriksaan TB. Ketujuh, jika terduga diketahui posistif TB, kader bertugas membantu memantau pengobatan pasien.

Istiqomah berharap, tujuh kesepakatan ini akan disosialisasikan tidak hanya sampai di PAC tapi secara simultan hingga ranting (desa) dan anak ranting (dusun). “Pemerintah dan Muslimat NU memang harus kompak demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat,” tandasnya.• fursotul farah

Baca juga

Ketua Bawaslu Sulsel Ajak Muslimat NU Tolak Politik Uang

MNU Online | BULUKUMBA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, HL Arumahi mengajak …

Watch Dragon ball super