Suasana Lebaran, Khofifah Daftarkan Putra Bungsunya Belajar ke Pesantren

daftar-mondok

SOWAN KIAI: Khofifah sowan ke Kiai Asep sekaligus mendaftarkan putranya belajar di Ponpes Amanatul Ummah. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Selain menggelar open house dan silaturahim bersama keluarga besar, momentum lebaran juga dimanfaatkan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa untuk mendaftarkan putranya, Ali Mannagalli belajar ke pondok pesantren (Ponpes).

Minggu (10/7) sore, Khofifah sendiri yang mendaftarkan putra bungsunya itu ke Ponpes Amanatul Ummah di Jalan Siwalankerto Utara No 56 Surabaya. Kehadiran Khofifah diterima pengasuh Ponpes, Prof Dr KH Asep Saifuddin Halim.

“Ya, ini mau mendaftarkan ke Pesantren Amanatul Ummah. Rencananya sekolah di SMA atau MA (Madrasah Aliyah),” tutur Khofifah di kediaman Kiai Asep. Sebelumnya, Ali menyelesaikan pendidikan SMP di Ponpes Tebuireng, Jombang.

Amanatul Ummah memiliki dua lokasi Ponpes. Selain di Siwalankerto Utara, satu tempat lagi di Jl Tirtowening No 2, Kembang Belor, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

daftar-mondok-2

PAMIT PULANG: Kiai Asep dan istri mengantar Khofifah hingga pintu gerbang Ponpes. | Foto: MNU Online

“Kalau pusatnya di Surabaya, tapi yang besar (baik bangunan maupun jumlah santri, red) justru di Pacet,” terang Muhammad Al Barra, putra sulung Kiai Asep. “Di Surabaya ada sekitar 1.000 santri mukim, kalau di Pacet sekitar 3.000. Santrinya dari seluruh Indonesia. Terjauh dari Papua.”

Ada ‘tradisi pesantren’ yang berbeda di Ponpes Amanatul Ummah. Jika di Ponpes lain para santri dibiasakan memasak dan mencuci baju sendiri, di Amanatul Ummah kedua aktifitas tersebut tidak boleh dilakukan santri melainkan dikerjakan warga kampung.

“Tak ada dapur umum, tak ada warung di Ponpes. Yang masak untuk santri warga kampung. Kalau orang tua mau mengirim makanan tidak boleh beli di warung, harus dibuatkan dari rumah,” tutur Khofifah.

Khofifah memahami betul tradisi di Ponpes tersebut karena putra ketiganya, Yusuf Mannagalli lebih dulu nyantri di Amanatul Ummah. “Saya kira ini tradisi baru di pesantren yang turut memberdayakan warga kampung sekitar,” tambahnya.

Tak hanya soal makanan dan mencuci baju santri yang diserahkan ke warga, pihak Ponpes juga membangun sekolah dengan fasilitas maupun kualitas pendidikan sama bagusnya dengan Amanatul Ummah yang diperuntukkan untuk warga kampung tanpa membayar alias gratis.

“Semuanya gratis, termasuk antar jemput siswanya. Fasilitas itu untuk seluruh anak warga kampung tanpa melihat status sosial orang tuanya,” terang Khofifah. ♦ nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super