Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Sukses di Banten dan Kalsel, Diharapkan Berlanjut ke Provinsi Lain

 SUKSES KAMPANYE GERMAS: Menkes Nila Djuwita F Moeloek di sela menghadiri Kongres XVII Muslimat NU. Secara khusus mengapresiasi kinerja Muslimat NU terkait kampanye Germas. | Foto: MNU Online

SUKSES KAMPANYE GERMAS: Menkes Nila Djuwita F Moeloek di sela menghadiri Kongres XVII Muslimat NU. Secara khusus mengapresiasi kinerja Muslimat NU terkait kampanye Germas. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – PP Muslimat NU sukses menggelar sosialisasi dan lokakarya di dua provinsi, Banten dan Kalimantan Selatan (Kalsel), terkait program Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) hasil kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahkan, Menkes Nila Djuwita F Moeloek memberi apresiasi tinggi atas kinerja Muslimat NU yang masif dalam mengkampanyekan Germas. “Terima kasih Muslimat NU. Ingatkan terus masyarakat untuk hidup sehat,” pintanya saat Kongres XVII Muslimat NU lalu.

Atas keberhasilan ini, Ketua Pelaksana Germas PP Muslimat NU Pusat, Hj Roosmani Soedibyo MSc PhD berharap agar kerjasama ditingkatkan lagi ke provinsi lain. “Sementara ini Muslimat NU mendapat garapan Germas di dua provinsi itu. Kita berharap bisa berlanjut ke provinsi lain,” katanya, Jumat (2/11).

(Baca: Usai Lokakarya, Peserta Germas Susun RTL “Kanan Kiri Cantik”)

Menurut Roosmani, kerjasama ini cukup efektif karena Muslimat NU memiliki kepengurusan hingga anak rating (dusun). “Dalam lokakarya kita mengundang seluruh cabang dan hasilnya bisa disosialisasikan ke masing-masing daerah,” ujarnya.

“Kita juga mengajak pemerintah daerah. Di Kalsel misalnya, gubernurnya (Sahbirin Noor) sangat semangat menyambut lokakarya yang digelar Muslimat NU, karena kalau rakyatnya kurang sehat repot juga kan dia.”

Hidup sehat ala Germas, lanjut Roosmani, tak perlu mengeluarkan biaya mahal karena dilakukan dengan tiga cara sederhana. Pertama, mengajak masyarakat melakukan gerakan fisik secara rutin, misalnya olahraga.

“Jangan malas, harus bergerak. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari itu sudah dianggap gerakan fisik,” jelasnya.

Kedua, membiasakan mengkonsumsi buah dan sayur karena banyak mengandung serat. “Kalau dimakan sangat membantu pencernaan sehingga tak terjadi penimbunan lemak dalam tubuh,” katanya.

(Baca: Muslimat NU Kabupaten Jember Gelar ToT Bahaya Penyakit Tak Menular)

Ketiga,  mewaspadai penyakit tak menular dengan cara cek kesehatan secara rutin.

“Germas ini kan program untuk meningkatan kesehatan masyarakat, terutama menanggulangi penyakit tak menular. Mulai diabetes, stroke, tekanan darah tinggi maupun jantung. Kadang tanpa disadari seseorang tiba-tiba kolaps karena penyakit tersebut,” paparnya.

Terlebih, selama ini anggaran dari pemerintah melalui BPJS ternyata diklaim banyak untuk mengobati penyakit tak menular.

“Ini penyakit trennya meningkat terus. Karena itu Germas ini dicanangkan pemerintah dengan sosialisasi melalui Ormas, salah satunya Muslimat NU,” tandasnya.• nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super