Taushiyah

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA
| Ketua III PP Muslimat NU

SETIAP umat apapun agamanya, pasti merindukan surga menurut persepsi masing-masing. Ada yang membayangkan surga sebagai tempat berkumpulnya roh para leluhur, bila ada yang meninggal maka keluarga yang masih hidup mengantarkan rohnya agar cepat mencapai alam nirwana.

Mereka menyalakan dupa dengan keyakinan, semakin tinggi asap terbang ke langit semakin cepat roh memasuki nirwana.

Ada pula yang membayangkan bahwa surga adalah rumah asal kembalinya semua manusia. Seandainya dulu Adam dan Hawa tidak melanggar larangan memakan buah khuldi, niscaya kita semua lahir di surga dengan penuh damai, tanpa harus sulit berjuang.

(Baca: Membuka Pintu Rezeki Lewat Pernikahan)

Adam dan Hawa telah mewariskan dosa kepada anak cucunya sehingga bila kita ingin pulang ke rumah asal yaitu surga, harus melalui proses kematian. Kematian adalah dosa waris dari Adam dan Hawa.

Belakangan ini ada yang membayangkan surga sebagai tempat berpesta seks, entah pemikiran apa yang melandasinya seolah surga digambarkan sebagai tempat mesum yang terbuka. Barangkali ini gambaran surga paling buruk yang pernah kita dengar.

“Belakangan ini ada yang membayangkan surga sebagai tempat berpesta seks, entah pemikiran apa yang melandasinya seolah surga digambarkan sebagai tempat mesum yang terbuka.”

 

Al Qur’an mengklarifikasi semua dugaan tersebut dalam surah an-Nisa` ayat 123 bahwa surga tidak seperti apa yang dibayangkan siapapun, termasuk umat Islam, Yahudi dan Nasrani.

Surga merupakan tempat tinggal abadi yang oleh Allah dijelaskan dalam surah Ali Imran ayat 133, setiap penghuni memperoleh tempat tinggal seluas langit dan bumi.

Tempat ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa, dengan ciri-ciri antara lain gemar bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, mereka tidak mudah marah dan pemaaf. Juga mereka yang nakal dan zalim, tetapi segera bertaubat kepada Allah dan tidak pernah lagi mengulang perbuatan kejinya.

(Baca: Perempuan Hadir untuk Menyempurnakan Agama)

Nabi Saw pernah bertanya kepada Bilal, budak hitam yang sering dianiaya, “Amal apa yang engkau selalu lakukan sehingga bunyi sandalmu sudah terekam di surga?” Bilal menjawab, “Nabi yang mulia, hanya satu amal yang bisa saya jaga dengan baik, yaitu berwudhu, setiap kali batal segera saya berwudhu.”

Ternyata sangat simpel untuk bisa masuk surga, iman dan ketulusan beramal. Namun ketulusan ini yang paling ditakuti syetan karena menutup langkahnya menggoda manusia.

Keindahan surga yang dirindukan setiap orang sering dikacaukan oleh godaan sesaat, popularitas, uang dan kemewahan. Padahal meskipun uang, popularitas dan kemewahan bisa menjadi jalan efektif menuju surga tetapi lebih sering disabet begitu cepat oleh syetan untuk menjerumuskan manusia ke dalam neraka.•

Baca juga

Diiringi Tahlilan, Prasasti Makam Gus Dur Dibuka untuk Umum

MNU Online | JOMBANG – Sejak dipasang 21 Juni 2017, prasasti makam KH Abdurrahman Wahid …

Watch Dragon ball super