Pelatihan Rajut PCMNU Karanganyar

Tambah Income Keluarga sekaligus Kurangi ‘Aktivitas’ Ngerumpi


MERAJUT: Ibu-ibu PC Muslimat NU Karanganyar menunjukkan hasil rajutan dalam pelatihan life skill. | Foto: PCMNU Karanganyar

MNU Online | KARANGANYAR – Selain aktif di pengajian, ibu-ibu anggota Muslimat NU juga didorong kreatif dan mandiri secara ekonomi. Salah satu penguatan yang dilakukan yakni lewat pelatihan life skill.

Beberapa waktu lalu PP Muslimat NU telah melakukan life skill di 79 kabupaten/kota, bahkan hingga daerah terpencil seperti Sanggau (Kalimantan Barat) dan Raja Ampat (Papua Barat).

Kegiatan serupa dilakukan Muslimat NU di seluruh tingkatan, termasuk PC Muslimat NU Kalanganyar, Jawa Tengah yang menggelar “Pelatihan Rajut” di rumah salah seorang pengurus Jl Raharja Indah 3 RT 2 RW 15, Perumahan Josroyo Indah, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Senin (2/1).

Acara ini sekaligus rangkaian dari Deklarasi Laskar Anti Narkoba yang dihadiri 100 lebih warga Muslimat NU. Turut hadir Lurah Jaten, Jangkung Rajio beserta istri serta Wakil Ketua PCNU Karanganyar, H Purwono ST MT.

(Baca: Apa yang Dicari Ibu-ibu dengan Ber-Muslimat NU? Ini Jawabannya)

Kegiatan Rajut ini di antaranya berupa pelatihan membuat kerajinan tas, sepatu sampai tempat tisu. Hadir sebagai narasumber sakaligus pendamping pelatihan yakni Muharram dari PAC Kecamatan Jaten.

Sementara komunitas rajut PC Muslimat NU Karanganyar selama ini bekerjasama dengan PT Mas yang mengerjakan produk rajut untuk di ekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika.

“Merajut ini pekerjaan mulia karena melatih keterampilan, kesabaran serta mengurangi ‘akitivitas’ ngerumpi. Selain itu bisa menambah income ibu-ibu Muslimat NU,” kata Muharram.

“Jika ibu-ibu terampil, maka ekonomi keluarga menjadi lebih kuat dan agama bisa sebagai sarana menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah untuk mengantarkan negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” tambah Ketua PC Muslimat NU Kalanganyar, Dra Hj Suliyastuti.

Usai kegiatan, perempuan yang akrab disapa Bu Sulis tersebut berharap ilmu yang didapat peserta agar dibagikan pada masyarakat. “Termasuk pondok pesantren supaya masyarakat bisa hidup lebih mandiri,” pintanya.• nur

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super