Tradisi di Bulan Suci, Muslimat NU Surabaya Buka Puasa Bareng Banom

muslimat-ampel-2

PENGAJIAN JELANG BUKA: Khofifah bersama pengurus PCNU Kota Surabaya saat acara pengajian sore dan buka bersama | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Sudah tradisi, setiap hari selama bulan suci Ramadhan, PC Muslimat NU Surabaya menggelar pengajian sore dan buka bersama dengan banom (badan otonom) PCNU Surabaya lainnya di masjid kompleks makam Sunan Ampel.

“Ini acara rutin setiap Ramadhan, kami menggelar pengajian dan buka bersama dengan seluruh banom dan pengurus PCNU Surabaya,” kata Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Hj Lilik Fadhilah.

Minggu (26/6) lalu, acara berlangsung lebih meriah karena dihadiri Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Ratusan ibu-ibu yang menunggu sejak sore langsung riuh menyambut kedatangan tokoh yang juga Menteri Sosial RI tersebut.

Khofifah yang belum semenit duduk di barisan depan bersama pengurus PCNU langsung dipersilakan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri untuk memberikan tausiyah. “Yang ditunggu ibu-ibu Muslimat NU dari tadi Ibu Khofifah, monggo,” katanya.

Dalam tausiyahnya, selain mengajak istiqomah melakukan kegiatan keagamaan serta amaliyah Ramadhan, Khofifah juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba. “Narkoba ini bahayanya luar biasa, tapi seringkali kita tidak menganggap itu bahaya luar biasa,” katanya.

Dia lantas membandingkan bahayanya dengan terorisme. Kalau teror, orang ditembak mati atau dirawat di rumah sakit, hanya itu opsinya. Tapi narkoba, orang sehat diganggu supaya sepanjang hidupnya memiliki ketergantungan dengan barang haram tersebut.

muslimat-ampel-3

KOMPLEKS MAKAM SUNAN AMPEL: Warga Muslimat NU Surabaya menghadiri pengajian sore dan buka bersama di masjid kompleks makam Sunan Ampel. | Foto: MNU Online

“Jadi sekarang yang menjadi PR kita adalah mereka masuk ke pesantren, perguruan tinggi, lembaga-lembaga birokrasi. Maka ada jaksa, pilot, rektor, kolonel, anggota DPR, bahkan bupati belum dua bulan dilantik tergoda narkoba,” tuturnya.

“Di HP saya tersimpan gambar beragam bentuk narkoba. Yang saya khawatirkan adalah kira-kira dua minggu lalu ada narkoba dalam bentuk permen, warna-warni, indah, lapisan luar dicampuri LSD (Lysergic Acid Diethylamide) harganya Rp 1.000-3.000. Dengan harga segitu, anak-anak PAUD, TK, SD bisa membeli.”

Artinya, lanjut Khofifah, inilah nantinya yang akan mengganggu ketergantungan anak dan merusak konstruksi otaknya.

“Saya sudah puya hasil riset yang detail sekali. Tolong Bu Lilik mungkin nanti Ancab di Surabaya dan Sidoarjo diundang. Saya mau putar hasil konstruksi otak yang sudah terkena narkoba itu seperti apa,” katanya.

Lantaran saking bahayanya, maka Muslimat NU membuat gerakan kerakyatan lewat pembentukan Laskar Anti Naroba. Para laskar ini di seluruh tingkatan Muslimat NU akan dikomandani para ibu nyai.

“Sehinga dalam tausiyahnya, apakah saat halal bihalal, maulid nabi atau acara apapun, para ibu nyai ini bisa memasukkan materi tentang bahaya narkoba. Ini PR kita bersama karena Muslimat dan NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang punya tanggung jawab untuk mengawal anak-anak kita,” jelasnya. • nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super